Skip to main content
x

Civitas Akademik Terdampak Karantina Mandiri Mendapat Bantuan dari Fapet Unsoed

fapet.unsoed.ac.id - Meluasnya pandemi Covid-19 membuka kesadaran masyarakat akan bahaya yang selalu mengancam pada waktu dan tempat yang tak terduga. Sejalan dengan ancaman tersebut masyarakat bersatu padu membuat batasan ruang gerak warga dengan berinisiatif menutup akses jalan masuk atau keluar RT, RW ataupun desa melalui penjagaan.

Beberapa Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Kabupaten Banyumas yang menerapkan karantina mandiri secara masal bagi warga sekitar yang diduga posiif terjangkit Covid-19 (15/4). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Warga Rukun Tetangga sekitar tempat tinggal orang yang teridentiikasi positif Rapid Diagnosa Tes (RDT), sebagai bentuk pencegahan penularan berkelanjutan.

Sejak proses penjemputan warga kober yang dinyatakan positif oleh Tim Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Banyumas, warga di wilayah Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat langsung berinisiatif menutup akses jalan untuk antisipisasi terjadinya penularan Covid-19 dengan membatasi warganya untuk tidak keluar rumah.

Dampak dari karantina mandiri di beberapa Rukun Tetangga (RT) selama empat belas hari berdampak dengan mengikisnya stok bahan makanan pokok warga. Hal ini mendorong Fakultas Peternakan Unsoed untuk ambil bagian dalam membantu warga Fapet Unsoed yang turut terdampak isolasi mandiri, pada wilayah tersebut.

Fapet Unsoed memberikan bantuan sembako terhadap tiga keluarga Fapet Unsoed, yang terdiri dari seorang tenaga pendiik, tenaga kependidikan dan tenaga kebersihan. Bantuan paket sembako diserahkan pada  (16/4) oleh perwakilan Tim Penanggulngan Covid-19 yaitu Dr.sc.agr. Ir. H. Yusuf Subagyo, M.P, dan Ir. Nunung Noor Hidayat,MP langsung di wilayah Kelurahan Kober.