“Berpuasa Dibulan Ramadhan Termasuk Rukun Islam” Pengajian Bulan Ramadhan Fapet Unsoed

Submitted by timweb4 on Tue, 05/22/2018 - 14:54
Category: 

Dosen dan Staff Administrasi Fakultas Peternakan menggelar pengajian diruang Seminar 1, Fakultas Peternakan Unsoed, Senin (22/5). Pengajian yang direncanakan akan dilaksanakan setiap minggu selama Bulan Ramadhan 1439 H ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Tema yang diangkat yaitu “Berpuasa Dibulan Ramadhan Termasuk Rukun Islam”.

Ir. M. Nuski, M.Si. (penceramah), menyampaikan bahwa rukun-rukun Islam merupakan kesatuan yang saling terkait. Puasa merupakan rukun islam yang ketiga,  ibadah puasa yang dapat mensucikan jiwa, membersihkan hati, dan menyehatkan tubuh. Barangsiapa yang berpuasa karena semata-mata menjalankan perintah Allah dan mencari keridhaanNya, maka puasa tersebut akan menghapuskan dosa-dosanya, dan menjadi sarana untuk mendapatkan surga. Barangsiapa yang melaksanakan rukun-rukun tersebut secara utuh, ia adalah seorang muslim yang sempurna imannya.

Dari Abu Ruqoyyah Tamiim bin Aus Ad-Daari rodhiyallohu’anhu, sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ”Agama itu adalah nasihat”. Kami (sahabat) bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau bersabda: ”Untuk Allah, kitab-Nya, rosul-Nya, pemimpin-pemimpin umat islam, dan untuk seluruh muslimin.” (HR.Muslim)

“Nasihat kepada Allah maksudnya adalah agar seorang hamba menjadikan dirinya ikhlas kepada Rabb-nya dan meyakini bahwa Dia adalah Allah Yang Esa dan seorang muslim harus mengagungkan-Nya dengan sebesar-besarnya pengagungan. Mengamalkan amalan lahir dan batin yang Allah cintai dan menjauhi apa-apa yang Allah benci. Hatinya penuh dengan cinta dan rindu kepada-Nya, ia bersyukur akan nikmat-nikmat-Nya dan sabar atas bencana yang menimpanya, serta ridha dengan takdir-Nya.”

Sedangkan nasihat kepada kitab-Nya adalah dengan meyakini bahwasanya Al-Qur-an itu Kalamullah Ta’ala, wajib mengamalkan, memuliakan dan membacanya dengan sebenar-benarnya dan mengutamakannya dari selainnya serta penuh perhatian untuk mendapatkan ilmu- ilmunya. 

Yang dimaksud dengan nasihat kepada Rasul-Nya, yaitu dengan meyakini bahwa beliau adalah seutama-utama makhluk dan kekasih-Nya. Allah mengutusnya kepada para hamba-Nya agar beliau mengeluarkan mereka dari segala kegelapan kepada cahaya, menjelaskan kepada mereka apa-apa yang membuat mereka bahagia dan apa-apa yang membuat mereka sengsara. Menerangkan kepada mereka jalan Allah yang lurus agar mereka lulus mendapatkan kenikmatan Surga dan terhindar dari kepedihan api Neraka, dan dengan mencintainya, memuliakannya, mengikutinya serta tidak ada kesempitan di dadanya terhadap apa-apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam putuskan.

Nasihat kepada para pemimpin kaum Muslimin, yaitu nasihat kepada para penguasa mereka, maka ia menerima perintah mereka, mendengar dan taat kepada mereka dalam hal yang bukan maksiyat.

Dan makna nasihat kepada kaum Muslimin pada umumnya adalah dengan menolong mereka dalam hal kebaikan, melarang mereka berbuat keburukan, membimbing mereka kepada petunjuk, mencegah mereka dengan sekuat tenaga dari kesesatan, mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana ia mencintai untuk diri sendiri, dikarenakan mereka itu semua adalah hamba-hamba Allah.

Dalam beribadah selalu mengalami pasang surut, dan ini tergantung dari tingkat keimanan seseorang. Dalam Islam. Derajat  ketaqwaan di bagi menjadi 5, yaitu Muslim, Mukmin, Mukhsin, Mukhlis, Muttaqin. Lalu, siapkah diri kita dan pada derajat keimanan bagaimanakah diri kita sebagai orang Islam
 

  1. Muslim, yaitu orang yang mengaku beragama Islam, telah mengucapkan dua kalimat syahadat dan berjanji melaksanakan syariat Islam dengan baik, mendirikan sholat, melaksanakan ibadah puasa, membayar zakat dan melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
  2. Mukmin (orang beriman artinya percaya , Amanah artinya orang dapat diberi kepercayaan), Seorang Muslim bukan sekedar pengakuan saja, tapi harus di sertai dengan amal perbuatan sesuai yang diperintahkan oleh agamanya.
  3. Mukhsin dari kata , Ikhsan artinya : baik, adalah orang tingkatan Muslim + Mukmin, artinya orang tersebut tidak beriman saja , tapi sebagaimana  Hadits Nabi SAW, yaitu : “Dia beribadah kepada Allah seakan akan melihat-Nya, tapi apabila dia tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihat dia.”
  4. Mukhlis, Seorang mukhsin harus ikhlas dalam menjalankan agamanya (mukhlis). Ia mau merelakan jiwanya, hartanya, segala sesuatu yang mereka miliki semata-mata untuk berjuang untuk agama Allah dengan Ikhlas dan hatinya ridha terhadap ketentuan Allah. Seperti orang bershodaqoh dan ibadah wajib lain, tidak pamer / riya, tidak mengharap balasan dan pujian. 
  5. Muttaqin merupakan tingkat keimanan paling tinggi di sisi Allah,dimana manusia telah menjadi insan kamil – orang yang disayang Allah baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
     

Terputusnya Amalan Selain Tiga Perkara

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)


Beliau juga menjelaskan tentang tatacara Sholat Tarawih dan tadarus dalam rangka mengisi kegiatan dibulan Ramadhan (bulan yang penuh berkah). Acara dilanjutkan dengan diskusi/tanya jawab.

Acara pengajian Ramadhan ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ir. M. Nuski, M.Si.