Berita Duka Prof. Sri Suhermiati

Submitted by timweb4 on Fri, 05/11/2018 - 16:55
Category: 

Sabtu 14 April 2018, sekitar pukul 12 . Semua keluarga besar Fapet merasakan kehilangan seorang guru besar yang dikenal ramah dan bersahaja.

Prof Sri Suhermiati yang akrab dengan panggilan Bu Emy, dikenal sangat dekat dengan mahasiswa dan para kolega dosen dan karyawan Unsoed. Dr Ning Rachmawati, salah satu dosen Fapet mengatakan, Prof. Emy sangat perhatian pada sesama dosen.

Pakar Nutrisi, Mengubah  Kulit Kakao sebagai pakan Berkualitas

Sri Suhermitamiati lahir di Kudus, Jawa Tengah, 17 Mei 1948. Lulus S1 Fakultas Peternakan Unsoed tahun 1978, meraih pendidikan S2 di IPB tahun 1984, sedangkan gelar Doktor di UNPAD tahun 2003.

Ia dikukuhkan sebagai guru besar Unsoed bersama dengan Prof.Dr.Ir Suwarto, MS pada prosesi Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar di Gedung Soemardjito UNSOED, Selasa, 26 Juni 2012. Sri Suhermitamiati adalah Guru Besar Ilmu Makanan Ternak Omnivora.

Harian Kompas.com 26 februari 2012 memberitakan, Prof Dr Sri Suhermiyati, menemukan cara mengolah kulit buah kakao yang tidak bernilai menjadi pakan ternak. Bahkan, hasil olahan kulit kakao tersebut membuat daging ternak menjadi rendah kolesterol. 

Temuan ini dipaparkan Prof Dr Sri Suhermiyati dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar pada Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto, Selasa 26 Juni 2012. Temuan  ini telah mendapatkan hak paten. Lewat proses fermentasi, kulit kakao dicampur dengan 1 persen urea, 10 persen dedak padi, dan 88 persen air suling pada kulit buah kakao dalam waktu tujuh minggu. Selanjutnya, dilakukan penambahan khamir Saccharomyces cerevisiae selama satu minggu.

Sebagaimana diberitakan Kompas, Sri Suhermiati menguraikan bahwa kulit buah kakao yang telah difermentasi siap dicampur untuk substitusi sebagian jagung kuning, ditambah bahan pakan lain untuk memenuhi kandungan protein, energi, lemak, serat kasar, kalsium, fosfor, serta asam amino esensial. Kulit buah kakao fementasi digunakan untuk substitusi pada jagung kuning dengan level 10, 20, dan 30 persen. Selanjutnya, untuk mengetahui hasil substitusi tersebut, kulit buah fermentasi ini diberikan secara in vivo pada ayam broiler selama 42 hari. Hasil penelitian dievaluasi dari kesehatan ayam broiler pada profil darah, yaitu meliputi Hb, eritrosit, dan N-hematokrit. Substitusi kulit buah kakao fermentasi sampai 30 persen tidak menyebabkan perbedaan.