Fakultas Peternakan Selenggarakan Seminar Nasional Teknologi dan Peternakan Agribisnis Seri VI

Submitted by timweb4 on Tue, 07/10/2018 - 16:29
Category: 

Mengangkat Tema “Pengembangan Sumberdaya Genetik Ternak Lokal Menuju Swasembada Pangan Hewani Asuh”, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Seri VI (STAP VI) Tahun 2018. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juli 2018 di Hotel Aston Imperium Purwokerto. Sebelum pembukaan mahasiswa Fapet (Gamet) mempersembahkan tarian Banyumasan.

Sebelum pembukaan mahasiswa Fapet (Gamet) mempersembahkan tarian Banyumasan

Ketua panitia Seminar Nasional Dr. Ir. Efka Aris Rimbawanto, MP memberikan laporan

Ketua panitia Seminar Nasional Dr. Ir. Efka Aris Rimbawanto, MP mengatakan bahwa pelaksanaan seminar nasional diharapkan menjadi media berbagi informasi tentang pengingkatan daya saing daging lokal yang sehat dan halal sehingga mendukung swasembada pangan. Beliau juga melaporkan untuk jumlah peserta yang hadir sebanyak 120 peserta, 71 diantaranya merupakan peserta pemakalah yang berasal dari 22 universitas dan 16 instansi yang sejalur dengan bidang peternakan, seperti BBPKH Cinagara, Bogor, LIPI, Balitnak, Berkah Global Bisnis, dan Direktorat Pakan Dirjen Peternakan. Semoga seminar nasional dapat berlangsung dengan lancer dan suskes, harapnya”

Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP memberikan sambutan

Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP. dalam sambutanya menyampaikan perlu adanya perangkat untuk mengatur bantuan perlindungan peternak lokal di Indonesia agar mampu bersaing dengan peternak dari negara lain terutama karena adanya perdagangan bebas, utamanya adalah di tingkat ASEAN. Untuk itu, pemerintah bersama masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas daging, susu dan telur, untuk memenuhi standar asuh yang telah ditetapkan. Sehingga seminar kali ini mudah- mudahan bisa memberikan kesempatan bagi pemakalah untuk saling sharing pada saat presentasi, juga bisa berkontribusi dalam publikasi terutama untuk diterbitkan pada jurnal ilmiah terakreditasi Animal Production, serta dapat membawa manfaat pada sumberdaya genetik ternak lokal, menuju swasembada pangan hewani yang asuh.

Rektor UNSOED, Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS. memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar

Rektor UNSOED, Prof. Dr. Ir. Suwarto, MS., yang pagi itu membuka acara seminar dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas sebagai ilmuwan semoga bernilai ibadah, ternak tentunya adalah suatu peminatan yang strategis, mudah-mudahan bisa menghasilkan hasil riset terkait bagaimana mengelola maupun memanfaatatkan ternak lokal. Jangan sampai kita dipengaruhi fenomena genetic imperialism (penjajajahan genetik) yaitu sumberdaya lokal, imperialisme pangan. Pengembangan sumberdaya genetik lokal sesuai dengan visi Fapet Unsoed yaitu pengembangan sumberdaya peternakan dan kearifan lokal secara berkelanjutan. Keragaman sumberdaya genetik sangat penting untuk kemanan pangan dan kehidupan. Harus melihat pada tiga dimensi aspek regulasi, keekonomian, serta ilmu pengatuan dan teknologi, Secara regulasi, aspek swasembada pangan ini haruslah merujuk pada UU No. 18 tahun 2012 (Undang Undang Tentang Pangan) yang memperhatikan pangan implisit tentang kemandirian pertahanan dan keamanan pangan secara perekonomian,  swasembada pangan. Seorang akademisi dalam hal ini dibidang peternakan tidak berhenti dan puas hanya dalam melakukan riset di laboratorium saja, tetapi harus memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat dan industri. Beliau berharap untuk kedepan akan diperbanyak seminar-seminar yang bertaraf internasional, sehingga akan menghasilkan karya-karya ilmiah, prosiding-prosiding yang publish di jurnal internasional, sehingga mengangkat secara nasional kinerja UNSOED dibidang Penelitian. Semoga menjadi tradisi baik dalam pembaharuan hasil- hasil riset.

Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA ketua umum ISPI dan sekaligus Dekan Fakultas Peternakan UGM sebagai Keynote Speaker

Ir. Rr. Sri Widayati, MM yang merupakan Direktur Pakan Kementerian Pertanian sebagai Keynote Speaker

Prof. Dr. Ir. Muladno Basar, MSA yang merupakan Dosen di Institut Pertanian Bogor sebagai Keynote Speaker

Keynote speaker yang diundang dalam acara ini adalah Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA yang merupakan ketua umum ISPI dan sekaligus Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ir. Rr. Sri Widayati, MM yang merupakan Direktur Pakan Kementerian Pertanian dan Prof. Dr. Ir. Muladno Basar, MSA yang merupakan Dosen di Institut Pertanian Bogor dan pernah menjabat sebagai Dirjen Peternakan tahun 2015.

Sesi awal yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Elly Tugianti, MP berjalan cukup lancar dengan bahasan-bahasan yang cukup up to date pada saat ini. Kenaikan harga nilai tukar dollar saat ini menjadi pemicu naiknya harga bahan pakan ternak yang kian dikeluhkan peternak. Hal ini yang seharusnya menjadi pokok fikir para stakeholder peternakan baik akademisi, instansi pemerintah dan peternak / petani atau masyarakat lebih umumnya untuk berperan aktif mengurangi angka importasi bahan pakan yang dampaknya akan mengurangi biaya-biaya yang keluar dari bisnis peternakan. Berdasarkan paparan Widayati, kebutuhan bahan pakan asal jagung tertinggi ada pada ternak unggas ayam broiler 57% dan ayam petelur 71%. Hal ini tentu menjadi peluang stakeholder peternakan untuk dapat mengembangkan potensi bahan pakan lokal yang bisa dikembangan di Indonesia. Paparan ini juga dibenarkan oleh Ali Agus, yang menyatakan bahwa pakan unggas menyerap proporsi 60% di Indonesia. Sehingga potensi-potensi daerah yang  semestinya bisa dikembangkan tidak lagi menjadi barang yang dipasok dari luar.

Peran serta stakeholder peternakan kian hari semestinya kian meningkat. Kerjasama antara pemerintah, akademisi dan peternak sudah semestinya berjalan beriringan dan bergandengan dengan erat untuk meningkatkan Sumber Daya Genetik ternak lokal Indonesia. Berdasarkan paparan Muladno, karakteristik peternak yang terdiri dari tak terkonsolidasi yaitu tidak bersatu dan berjalan sendiri-sendiri. Kondisi saat ini yaitu peternak yang lemah dan tidak bersatu yang  mengakibatkan ternak lokal tidak terurus. Pun demikian pemerintah, sama saja, selalu cenderung sendiri-sendiri yang mengakibatkan tidak kompaknya para stakeholder. Sehingga seminar ini diharapkan dapat memperkokoh pemahaman para pemerintah yang turut hadir dan akademisi yang berkecimpung di segala  bidang pembelajaran turun beriringan demi peternakan Indonesia yang lebih baik.

Prof. Dr. Ir. Edjeng Supriatna, MP (Dosen UNDIP) sebagai Invited Speakers

Prof. Dr. Ir. Jalal Rosyidi (Dosen Universitas Brawijaya) sebagai Invited Speakers

Novi Andri Setianto, S. Pt., M. Sc, Ph. D (Wakil Dekan Bid. Akademik Fapet UNSOED) sebagai Invited Speakers

Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, MS (Dosen Fapet UNSOED sebagai Invited Speakers

Sesi Invited Speakers hadir pula Prof. Dr. Ir. Edjeng Supriatna, MP (Dosen UNDIP), Prof. Dr. Ir. Jalal Rosyidi (Dosen Universitas Brawijaya), Novi Andri Setianto, S. Pt., M. Sc, Ph. D (Wakil Dekan Bid. Akademik Fapet UNSOED), dan Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, MS (Dosen Fapet UNSOED, pada sesi ini dibuat paralel yaitu  kelompok diskusi secara acak, tidak sesuai dengan bidang ilmu dengan harapan terjadi pertukaran keilmuan, pemikiran dan wacana yang lebih luas di antara peserta diskusi.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan makalah masing-masing peserta. Beberapa peserta memaparkan karya ilmiahnya melalui presentasi oral dan beberapa peserta lainnya dengan poster. Setelah pemaparan ditentukan pemakalah oral dan poster terbaik pada msing-masing ruang dan kemudian acara ditutup oleh masing-masing moderator ruang.