Fapet UNSOED dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Adakan Kerjasama “Pengenalan Dan Pengolahan Produk-Produk Peternakan Untuk Mencegah Stunting”

Submitted by timweb4 on Fri, 11/09/2018 - 16:50
Category: 

Fakultas Peternakan UNSOED bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas selenggarakan sosialisasi dengan mengangkat tema “Pengenalan Dan Pengolahan Produk Produk Peternakan Untuk Mencegah Stunting” kamis (01/10), kegiatan ini berlangsung  dilantai III ruang seminar 1 Fakultas Peternakan UNSOED, peserta yang hadir sejumlah 60 orang yang terdiri dari Bunda Paud (ibu Ernawati Achmad Husein) beliau adalah istri dari Bupati banyumas Ir. Achmad Husein, hadir pula ibu-ibu Camat, TP PKK dan Penilik PAUD se Kabupaten Banyumas.

Gizi merupakan salah satu komponen yang harus dipenuhi suatu bangsa untuk mewujudkan masyarakat, terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Balita yang  kekurangan gizi kronis akan mengalami stunting. Anak yang stunting akan mengalami tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya. Stunting menjadi ancaman besra bagi negara, karena stunting pada balita dapat mengganggu perkembangan otak (kognitif), hal ini akan menurunkan prestasi anak dalam pendidikan dan pada akhirnya berdampak menurunnya kualitas SDM bangsa Indonesia. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Dalam rangka memperbaiki status gizi masyarakat dengan menurunkan stunting, sebagai investasi bangsa untuk mencirptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di dunia global, Fakultas Peternakan UNSOED bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas fasilitasi Bunda PAUD mengadakan pelatihan dengan mengangkat tema “Pengenalan Dan Pengolahan Produk - Produk Peternakan Untuk Mencegah Stunting

Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Prof. Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt., MP. memberikan sambutan

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Prof. Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt., MP.  mengucapkan selamat datang kepada semua peserta yang hadir, beliau juga menyampaikan agar pendidikan paud menjadi tanggungjawab kita bersama, harapan kedepan dapat melahirkan putra putri yang sehat dan cerdas dalm rangka menyiapakan generasi yang berkualitas dan berdaya saing tingi, yaitu dengan cara memberikan pengetahuan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta mengapresiasi kegiatan tersebut demi untuk membangun negara dengan memperhatikan pertumbuhan fisik sumber daya manusia yang diharapkan untuk bekal jadi generasi penerus bangsa, bisa membangun bangsa dan negara sehingga bangsa indonesia bisa menjadi bangsa yang jauh lebih maju yang disegani bangsa-bangsa dilseluruh dunia.

Laporan Ketua Panitia Kasi Pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten banyumas Tri Asih Kartika Asri, SH

Laporan Ketua Panitia Kasi Pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten banyumas Tri Asih Kartika Asri, SH, dalam laporannya beliau menyampaikan latar belakang kegiatan ini untuk mendorong interverensi penurunan jumlah stunting yang ada dikabupaten Banyumas, dan dasar dari kegiatan tersebut adalah Peraturan Bupati Banyumas nomor 2008 tahun 2010 tentang Pendidikan dan perda no 13 tahun 2017 tentang anggaran belanja daerah Kabupaten Banyumas tahun 2018 berupa kegiatan Pengenalan Dan Pengolahan Produk Produk Peternakan Untuk Mencegah Stunting untuk memotivasi bagi bunda - bunda Paud Keceamatan akan pentingnya mensosialisasikan pencegahan stunting melalui pembuatan makanan sehat diwilayahnya , meningkatkan dan melibatkan orangtua dan masyarakat menyiapkan makanan sehat bagi anak usia dini, selain itu sebagai ajang silaturahmi bagi peserta kegiatan pada hari ini, hasil yang diharapkan, serta  terbentuknya semangat dan peserta pelatihan peran sertanya pada pendidikan anak usia dini dikabupaten Banyumas, kemudian terbentuknya koordinasi komunikasi dan harmonisasi antar peserta sehingga menghasilkan layanan Paud yang semakin berkualitas khususnya dikabupaten banyumas , peserta pelatihan berjumlah 60 orang terdiri dari tim pengerak PKK Kabupaten Banyumas, Bunda Paud Kabupaten Banyumas sebanyak 3 orang, Bunda Paud Kecamatan 27 orang, penilik paud 27 orang, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas 3 orang Materi terdiri dari Pelatihan Pendidikan Keluarga, Pengenalan Produk-produk Pertenakan untuk mencegah stunting, Pemilihan Produk dan Praktek Pengolahannya, kegiatan berlangsung dalam 1 hari, di Fapet Unsoed, anggaran kegiatan pelatihan dibebankan pada dana Kabupaten Banyumas tahun 2018.

Ibu bupati Banyumas Ernawati Ahmad Husein memberikan sambutan sekaligus membuka acara Fasilitasi Bunda Paud

Sambutan Ibu bupati Banyumas Ernawati Ahmad Husein memberikan sambutan sekaligus membuka acara Fasilitasi Bunda Paud, dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada Dekan Fapet atas kerjasamanya memfasilitasi Bunda Paud  dan juga mengapresiasi kepada seluruh panitia dan peserta serta yang telah mendukung atas terselenggaranya kegiatan ini, beliau juga menyampaikan tujuan dari kegiatan ini yitu menyampaikan pemahaman, menyatukan tekad, meningkatkan kespahaman sekaligus memantapkan komitmen sinergi gerak langkah dalam melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan stunting diKabupaten Banyumas, beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara prevelensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya , indonesia menduduki peringkat ke 5 dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting adapun pada tataran nasional prevalensi stunting di Jawa Tengah masih cukup tinggi sekitar 20% sd  28 % dimana 12 kabupaten dari 35 kab kota termasuk kabupaten Banyumas memiliki prevalensi stunting medium sekitar 20 sd 29% sehingga menjadi sangat membantu target intervrensi di Propinsi Jawa Tengah bersama Kabupaten Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Klaten, Grobogan, Demak, Pemalang, Pekalongan dan Brebes, hampir semua kabupaten berada pada hampir diwilayah wilayah desa, dan satu penyebab tingginya stunting ini adalah masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran dan pentingnya periode 1000 hari pertama kehidupan, dan perilaku hidup bersih dan sehat, serta konsumsi makan sehat bergizi dan seimbang, dan beliau sangat mengapresiasi dan mendukung diadakannya pelatihan pengenalan dan pengolahan produk sehat mencegah stunting ditahun 2018, selain sangat strategis memberikan pengetahun dan wawasan kegiatan ini juga bermanfaat bagi masyarakat untuk senantiasa memperhatikan anak anak dibawah usia dua tahun, ibu hamil, menyusui, agar anak terhindar dari stunting, dan baik juga untuk para remaja sebelum menikah agar mendaptakan pehamanan sosialisasi sebelum pernikahan, bahwa setelah menikah akan hamil dan mempunyai anak harus dengan gizi yang baik dan lingkungan yang baik, lingkungan perilaku hidup sehat sangat mendukung kualitas pertumbuhan anak.

Acara pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa dari dinas kependdikan disampaikan oleh Qodir Muhajir, S.S, M.Si, kemudian setelah foto bersama acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber.

Pemaparan materi oleh narasumber Dr.Ir. Hj. Rahayu Widiyanti, MP (Dosen Fakultas Peternakan)

Dalam sesi pemaparan pertama materi hadir pula narasumber Dr.Ir. Hj. Rahayu Widiyanti, MP, dalam paparanya beliau menyampaikan materi Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ibu dengan tingkat pendidikan rendah berisiko 5,1 kali lebih besar memiliki anak stunting dan pendidikan ibu mempunyai peranan penting dalam kejadian stunting anak umur 6-23 bulan oleh karena itu setiap wanita harus memiliki ilmu sebelum menikah, sebelum mendidik anak, konsep pengasuhan yang baik adalah komunikasi yang baik , dengan cara memberikan pujian yang berkarakter, dengan selalu menggunakan kat-kata yang positif dalam mendidik anak, beliau juga menyampaikan bahwa stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pola asuh yang kurang baik dalam praktek peberian makanan bagi bayi dan balita.

Pemaparan materi oleh narasumber Dr.Ir. Elyy Tugiyanti, MP (Dosen Fakultas Peternakan)

Dalam sesi pemaparan pertama materi hadir pula narasumber Dr.Ir. Elyy Tugiyanti, MP dalam paparanya beliau menyampaikan materi tentang Pengenalan dan Proses Produksi Peternakan dalam Mencegah Stunting, beliau menyampaikan kandungan nilai gizi yang terdapat pada hewan asal ternak, dan juga prosentasenya, masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam, Jika bayi tidak mendapatkan asupan protein hewani yang cukup akan berdampak pada tumbuh kembang mereka, salah satunya adalah stunting.

Pemaparan materi oleh narasumber Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, MP (Dosen Fakultas Peternakan)

Hadir pula Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, MP sebagai narasumber, dalam paparannya beliau menyampaikan beberapa terkait dengan produk hasil ternak yang menjadi kebutuhan pokok dalam pemenuhan gizi dan nutrisi agar bisa hidup dalam pola makan yang sehat, beliau juga memaparkan materi tentang cara memilih telur yang baik, dan mengantisipasi adanya isue telur palsu, beliau juga menjelaskan manfaat dari konsumsi susu sapi dan yogurt, satu gelas (8 ons/240 ml) susu sapi standar mengandung sekitar 7,7 gram protein. Dengan takaran serupa, satu porsi yogurt plain mengandung sekitar 7,9 gram protein. Keduanya pun termasuk makanan tinggi kalsium yang baik untuk kekuatan tulang dan gigi, beliau juga mempraktekan cara merebus susu sapid dan membuat yogurt.

Kunjungan ke Experimental Farm Fakultas Peternakan yang dipandu oleh Ketua Experimental Farm Fapet Drh. Sufiriyanto, M.P

Setelah ishoma acara dilanjutkan dengan berkunjungan ke Experimental Farm Fakultas Peternakan yang dipandu oleh Ketua Experimental Farm Fapet Drh. Sufiriyanto, M.P. sebelum berkunjung ke kandang Sapi peserta terlebih dahulu dipersilahkan untuk minum susu sapi hasil dari kandang exp farm dan juga menikmati kudapan yang telah disediakan, sambil mendengarkan pengarahan dari Ketua Experimental Farm, kegiatan diaula exp farm lebih banyak diskusi atau tanya jawab, bagaimana cara berternak sapi, dan juga mengolah makanan hasil dari ternak Sapi.

Acara diakhiri kunjungan ke kandang sapi experimental farm kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, semoga seluruh peserta dapat menyerap ilmu dari kegiatan ini dapat berkontribusi dalam rangka mencegah dan  menanggulangi stunting yang ada di kabupaten Banyumas.