Rapat Koordinasi Keluarga Almuni Fapet Unsoed

Submitted by timweb4 on Wed, 02/14/2018 - 08:52
Category: 

Rapat Koordinasi Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2018 bertempat di Ruang Seminar 1 Fakultas Peternakan Unsoed,  dipimpin dan dibuka oleh Dekan Fapet Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP dan dihadiri oleh  Dosen Pengajar Fapet Unsoed, Pengurus Pusat Ka. Fapet, Para Ketua Cabang Ka. Fapet dan mahasiswa Fapet Unsoed. Berdasarkan arahan, paparan, dan diskusi, dapat dirumuskan hal – hal sebagai sebagai berikut:

Fapet Unsoed memiliki modal bersaing keunggulan komparatif dan kompetitif.

Fakultas perlu berkolaborasi dengan alumni dan stake holder guna meningkatkan daya saing lulusan fapet unsoed.

Mahasiswa perlu dibekali pengetahuan mengenai teknologi peternakan terkini serta peningkatan kemampuan leadership.

Mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya sebagai calon karyawan tetapi juga sebagai calon wirausaha.

Universitas-universitas di Indonesia cenderung mulai memetakan diri terutama dalam tampuk kepemimpinan nasional, oleh karena itu perlu dilaksanakan penerimaan mahasiswa yang lebih selektif (calon mahasiswa yang brilliant) dan memperkuat kemampuan organisasi/managerial selama perkuliahan.

Rakor alumni, fakultas dan mahasiswa perlu memuat goal yang jelas terutama dalam regenerasi dalam berbagai bidang tingkat regional/nasional.

Perlu perbaikan data base alumni, ada pemetaan alumni dan calon lulusan, pembekalan/specific coaching pada calon lulusan, etika dan kemampuan kompetitif.

Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat organisasi di fakultas karena kaderisasi yang belum mumpuni.

Universitas juga perlu melaksanakan akselerasi perbaikan akreditasi agar pemetaan alumni di kancah nasional lebih mudah, karena akreditasi memengaruhi dalam penerimaan calon PNS di berbagai kementerian.

Kafapet perlu memperkuat keorganisasian dengan aktif mengunjungi kafapet regional daerah agar pemetaan dan perencanaan terhadap alumni mudah dilaksanakan (informasi kondisi alumni baik keunggulan dan kekurangan agar dapat di evaluasi).

Kualifikasi lulusan fapet unsoed perlu diperbaiki, karena kemampuan yang diungkapkan saat wawancara cenderung berbanding terbalik dengan indeks prestasi yang dimiliki, selain itu juga perlu dibekali dengan kemampuannya dalam mebangun link.

Sebaiknya kegiatan organisasi diwajibkan bagi mahasiswa fapet unsoed, agar mahasiswa dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya, sehingga kemampuannya dalam komunikasi dan kerjasama tim dapat meningkat.

Mahasiswa perlu dibekali untuk tidak memilih-milih pekerjaan, karena lulusan masih memiliki kecenderungan menjadi PNS.

Permasalahan lulusan fapet unsoed utamanya adalah pada saat akan masuk dunia kerja, pengetahuan mengenai pekerjaan, divisi kerja, deskripsi kerja sangat minim.

Pemetaan calon lulusan harus jelas, kompetensi lulusan akan diarahkan pada bidang enterpreuner, pemerintah/birokrat, atau akademisi

Kompetensi lulusan fapet cenderung kurang kepercayaan diri, daya analitis dan problem solver, eksplorasi, daya kritis kurang.

Fakultas harus dapat memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan magang diberbagai instansi

Jumlah lulusan yang bekerja dalam suatu institusi berkisar 1-26 orang, aspek integritas baik, kemampuan teknis skornya c (cukup), bahasa inggris kurang, penguasaan teknologi informasi sangat memadai, aspek komunikasi baik, kemampuan kerjasama baik, dan kemampuan mengembangkan diri 80% menyatakan baik.

Jumlah lulusan yang bekerja dalam suatu institusi berkisar 1-26 orang, aspek integritas baik, kemampuan teknis skornya c (cukup), bahasa inggris kurang, penguasaan teknologi informasi sangat memadai, aspek komunikasi baik, kemampuan kerjasama baik, dan kemampuan mengembangkan diri 80% menyatakan baik.

Hasil survey lainnya: 60,8% bekerja di bidang peternakan, 18 % karyawan non peternakan, 5% pengusaha bidang peternakan, 5% usaha bidang non peternakan, 22% menyatakan mendapatkan pekerjaan <2 bulan,  21% <1 bulan.

Kegiatan mahasiswa sering bertabrakan dengan kegiatan akademis

Peraturan pemerintah tentang PSDN membatasi mahasiswa untuk memegang kendali dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

Simpulan umum:

Adanya koordinasi dan jenjang yang tidak terputus antar angkatan/alumni

Pengurus pusat kafapet perlu melaksanakan pembinaan kafapet daerah

Fapet unsoed perlu melengkapi data base alumni sebagai bahan dasar evaluasi untuk menentukan goals bagi lulusan.

Perlu dibentuk forum mahasiswa untuk melatih komunikasi dan peningkatan sistem kaderisasi di tingkat organisasi mahasiswa.

Sinergi antara alumni, fakultas dan mahasiswa perlu dibangun dengan baik untuk mewujudkan goals yang telah ditetapkan.