Skip to main content
x

Desa Binaan Menjadi Target Kegiatan Bakti Sosial Dalam Rangka Dies Natalis Ke-55, Fapet UNSOED

fapet.unsoed.ac.id -  Selasa, 16/02/2021 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (FAPET UNSOED) melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Desa binaan, Desa Susukan dan Sikapat Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Bakti Sosial ini merupakan salah satu event dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Fapet Unsoed ke-55 dan bertepatan dengan Lustrum XI. Bakti sosial tersebut menyerahkan bibit Tanaman sumber (pakan ternak), telur ayam, dan obat cacing hewan untuk meningkatkan produktivitias ternak.

Kegiatan bakti sosial dilaksanakan di Balai Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten di hadiri oleh Kepala Desa Susukan Dwi Rintasari, A.Md beserta perangkat desa serta perwakilan dari kelompok ternak sapi dan dari desa sikapat dihadiri oleh Kepala Desa Sikapat yang diwakili oleh Joko Sutrisno (Kasi Pemerintahan) di dampingi kadus II, Kaur Kesra dan perwakilan kelompok ternak kambing desa Sikapat.

Penyerahan bibit tanaman pakan ternak, telur dan obat cacing diserahkan oleh Koordinator bakti sosial Fapet Unsoed, Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP, didampingi Ir. Nur Hidayat, M.Si, (dosen  Laboratorium Agrostologi) kepada Kepala Desa Susukan, Dwi Rintasari, A.Md dan Kepala Desa Susukan yang di wakili oleh Kasi Pemerintahan Joko Sturisno.

Dalam sambutanya Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP, menyampaikan, pemberian berupa telor adalah dalam upaya untuk mensosialisasikan protein hewani yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh, “kita harus mengkonsumsi protein hewani apa lagi ditengah pandemi covid-19, protein hewani meningkatkan imun selain telur adalah susu dan daging” jelasnya.

“produk Indigofera bila diberikan dengan formulasi pakan yang benar dapat menggantikan konsentrat pakan ternak, dengan di olah daun dikeringkan dibuat pellet/tepung sebagai konsentrat. Dari hasil penelitiannya, penggunaan pellet daun indigofera yang diolah dengan dikeringkan dapat meningkatkan bobot badan kambing 125 gram per hari” terangnya.

Selain pola pemberian pakan, berdasarkan survey dan data, Obat Cacing sangat penting,  “peningkatan produktivitas ternak tidak dapat maksimal karena hewan ternak cacingan” tegasnya.

“Menanggapi pertanyaan dan keluhan dari kelompok ternak desa Susukan dan Sikapat, terkait pola budidaya pakan hijauan dan pengolahan limbah yang belum tertangani, Dr. Ning menjawab,
“akan di agendakan selanjutnya karena pelatihan / praktek pengolahan limbah memerlukan praktik nyata dan tidak bisa dipungkiri akan berdampak mengundang berkumpulnya orang yang akan membahayakan masing-masing pihak.  penanganan limbah ternak akan di konversi menjadi sebuah pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan lahan pertanian khususnya untuk kesuburan tanamanan pakan ternak.

Menanggapi proses Bakti Sosial Fapet Unsoed, Kepala Desa Susukan dan perwakilan desa Sikapat, menyampaikan terima kasih atas kepeduliannya Fapet Unsoed dalam pemberdayaan dan pengembangan di bidang peternakan, kami tidak melihat dari nilai dan jumlah apa yang diberikannya, akan tetapi kami berterima kasih sekali telah peduli dengan kelompok ternak diwilayah kami” ucapnya.

Ir. Nur Hidayat, M.Si menyampaikan, penyerahan tanaman sumber pakan ternak terdiri dari empat jenis tanaman : Indigofera, Turi, Legung (Centrosema pubescens) dan Calopogonium. Untuk tanaman Indigofera memiliki proterin 27%  sangat bagus untuk pakan ternak dan pengganti konsentrat.

Adapun tujuan dari diadakannya pada Bakti Sosial ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan memberikan pengetahuan ternak dengan teknik pengolahan pakan ternak dan formulasinya untuk meningkatkan produktifitas ternak Kambing di desa sikapat dan ternak sapi desa susukan yang merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) adalah yang merupakan salah satu dari tiga unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat