Skip to main content
x

Dosen Asal Sudan Sukses Raih Gelar “Doktor” di Fak.Peternakan UNSOED, Pasca Jalani Sidang Tebuka Promosi Doktor

fapet.unsoed.ac.id - Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman untuk pertama kalinya menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor menghadapkan promovendus Hassan Ihsag Hasan Haren NIM. D3A017001. Promovendus merupakan mahasiswa pertama yang berhasil menyelesaikan studi dan menjadi alumni pertama Program Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unsoed. Ia merupakan dosen Genetika Fakultas Agricultura Universitas Omdurman Islamic Sudan, yang mendapat beasiswa Jenderal Soedirman Scholarship.

Melalui Disertasi dengan judul “Genetic Variation In The myostantin Gene And It’s Assoc With Growth And Carcas Traits In Batur Sheep” Hassan Ihsag Hassan Haren berhasil mempertahankan disertasinya. dalam Paparannya menyampaikan tujuan disertasinya adalah untuk mengetahui variasi genetik gen CAST dan MSTN serta hubungan keturunan dengan sifat pertumbuhan dan carcass pada domba batur. Sebelum mempelajari keragaman genetik telah dilakukan penelitian pasti, karena masih kurangnya informasi mengenai aspek produksi morfometri dan bobot badan domba batur.

“Sumberdaya genetik domba merupakan sumber pendapatan yang besar dan memiliki nilai budaya yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia, kajian indeks morfometri mampu mengevaluasi dan menekankan pentingnya alat ukur tubuh tertentu, seperti tinggi badan, panjang dan lingkar dada, yang berfungsi untuk produksi daging” jelasnya.

Ia menambahkan data morfometri ini menjadi dasar yang dibutuhkan untuk menggabungkannya dengan ukuran besar, jumlah data genotipe yang dapat mempercepat dan membantu tercapainya rencana seleksi domba batur” tambahnya.

Sidang terbuka Promosi Doktor dilaksanakan secara daring dan luring pada Rabu, 11/11 2020 mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB bertempat di ruang seminar I Fapet Unsoed melalui aplikasi zoom cloud meeting.

Sidang Promosi Doktor di buka sekaligus di pimpin oleh Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP (Dekan), dengan Promotor Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, MP,  Co-Promotor Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, untuk Dewan penguji ekternal I. Prof. Dr. Asep Gunawan, M.Sc (Institut Pertanian Bogor), Penguji Eksternal II. Ir. Mulyoto Pangestu, M.Rep.Ph.D. (Monash University Australia), sedangkan untuk Penelaah Intern I. Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP, Penilai Intern II. Dr. Ir. Agus Susanto, M.Sc, Agr.Sc (Koorprodi S3).  

Hasil sidang terbuka memutuskan promovendus Hassan Ihsag Haren lulus dengan predikat Sangat baik, Sidang terbuka promosi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini mengantarkan promovendus mendapatkan predikat Doktor Ilmu Peternakan setelah ketua sidang mengumumkan bahwa promovendus Hassan Ishag Hassan Haren dinyatakan “LULUS”, dengan predikat sangat baik.

Setelah pengumuman hasil Sidang Promosi doktor, promotor Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, MS menyampakan progress record promovendus “Hassan Ishag H.H adalah mahasiswa Program Doktor yang cerdas, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan mudah bergaul. biarpun ia berasal dari sudan afrika dengan bahasa pengantar bahasa arab, tetapi ia dapat berkomunikasi dengan baik, menggunakan bahasa Indonesia dan komunikatif. ia berhasil menyelesaikan studi selama 3 tahun 2 bulan dengan publikasi yang dihasilkannya sebanyak empat judul, yaitu pada jurnal internasional bereputasi biodiversitas Journal of Biological Diversity, jurnal nasional terakreditasi dan dua buah prosiding internasional” jelasnnya.

Pada akhir sambutannya promotor menyampaikan pesan kepada Dr. Hassan Ishag Hassan Haren, B.Sc, M.Sc, “setelah menyandang gelar Doktor, sebagai seorang Doktor yang saudara sandang mulai hari ini, mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan, karena gelar tersebut memiliki beban akademik yang  berat, Doktor adalah identik dengan riset. Ketika seorang doktor tiba-tiba tutup buku, hanyut dengan kebesaran gelar Doktornya, serta lupa yang menjadi beban tanggung jawabnya tugas seorang peneliti, maka sebuah pertanda lonceng kematian bagi seorang intelektual, berisetlah sampai akhir hayat” pesannya.

“Sebagai intelektual saudara berkewajiban untuk terus menjalin komunikasi dan bersinergi dengan sesama peneliti, serta menjauhi persaingan yang tidak wajar, sebagai peneliti yang handal dan independen. saudara dapat menjamin kebenaran dan keteladanan pernyataan ilmiah dan jujur menyampaikan fakta dan realita, serta berani memberikan tanggapan yang salah atas penelitian orang lain tanpa harus merendahkan orang lain” tuturnya.