Skip to main content
x

Fakultas Peternakan UNSOED menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Fapet.unsoed.ac.id. Purwokerto (1/62022) - Setelah pandemic COVID 19 sudah mulai berangsur selesai dan terkendali, Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada isu terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merupakan wabah virus pada hewan ternak ruminansia. Wabah ini menyebabkan penyakit yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing. PMK merupakan salah satu penyakit hewan yang paling ditakuti oleh pemilik ternak. Belajar dari kasus outbreak PMK di Inggris (2001), ternyata hanya dalam waktu 14 hari saja seluruh wilayah Inggris Raya sudah terinfeksi. Penyakit ini telah memporak porandakan perekonomian negeri itu.

Potensi dampak negatif yang sedang dirasakan oleh peternak di pedesaan khususnya adalah angka kematian yang semakin meningkat dan berdampak pada tersendatnya angka pertumbuhan populasi ternak di Indonesia. Produksi ternak juga mengalami penurunan yang dilanjutkan dengan kerugian ekonomi peternak. Secara makro, Penyakit Mulut dan Kuku juga menyebabkan hampir 80 persen pasar hewan di Jawa Tengah melakukan penutupan operasi. Pada jangka panjang, penurunan produksi dan populasi ternak dapat berdampak pada makin sulitnya pencapaian swasembada pangan dan meningkatnya angka stunting.

Berdasarkan tantangan dan permasalahan tersebut, Fakultas Peternakan UNSOED mengambil peran strategis dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah kabupaten di wilayah Jawa Tengah Bagian Barat dan industri peternakan. Dekan Fakultas Peternakan UNSOED, Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt., M.P dalam sambutannya menekankan bahwa permasalahan dalam pembangunan peternakan dapat lebih sistematis dan efektif diselesaikan melalui kolaborasi semua stakeholder peternakan (akademis, birokrat, dan industri). Fakultas Peternakan UNSOED siap bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan industri dalam mengakselerasi pembangunan peternakan dan pedesaan.

FGD tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menghadirkan narasumber Dr. drh. Muhamad Samsi, MP dan drh. Mohandas Indraji, MP keduanya dosen Fakultas Peternakan UNSOED dengan keahlian kesehatan ternak. Beliau berdua menyampaikan bahwa banyak dampak dari PMK apabila tidak diselesaikan secara cepat dan koordinatif. Namun demikian, PMK bukan penyakit yang menular ke manusia. Pola pemeliharaan ternak harus disesuaikan dengan tuntutan kebersihan kandang dan aspek aspek kesehatan ternak serta lingkungan. Perdagangan ternak juga menjadi perhatian penting untuk mengendalikan penyebaran virus. Kebersihan selama perdagangan ternak dan surat keterangan sehat ternak  menjadi isu penting yang harus diperhatikan untuk menjamin perpindahan ternak berlangsung secara aman dan bebas virus.

FGD di hadiri oleh para Pimpinan instansi/Dinas yang membawahi bidang peternakan seperti Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kab Banjarnegara, Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Kebumen serta Dr. Muhamad Bata (Dosen Fapet/Pemilik Amanah Farm). Isu utama yang dimunculkan dari industri dan pemerintah kabupaten adalah bagaimana mengelola perdagangan/lalu lintas ternak selama ada wabah PMK dan efektifitas penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Lalu lintas ternak antar wilayah kabupaten/kota diperlukan keterlibatan Pemerintah Propinsi untuk turut mengelola kebijakannya disamping antar kabupaten sendiri yang berkomunikasi untuk menjamin distribusi tersebut aman dari PMK. Keterlibatan Perguruan Tinggi (Fakultas Peternakan) dapat difokuskan pada pengamatan dan pemeriksaan ternak khususnya dilokasi lokasi perdagangan ternak.

Pada akhir FGD, Dekan Fakultas Peternakan UNSOED Prof. Dr. Triana Setyawardani,MP berharap kolaborasi dan sinergi antara Fakultas Peternakan dengan Pemerintah Kabupaten dan Industri berjalan semakin kuat, saling memenuhi, saling melengkapi, dan saling menguatkan. Kita semua berharap adanya PMK tidak mengganggu penyediaan ternak sapi/kambing yang sehat untuk ibadah di Hari Raya Idul Adha. Perubahan yang diakibatkan oleh PMK merupakan peluang dan tantangan untuk menciptakan inovasi inovasi teknologi kesehatan ternak dan model model perkandangan/sistem budidaya ternak yang sehat dan aman.