Skip to main content
x

Fapet Unsoed Berkolaborasi Dengan Fapet Unsrat Selenggarakan Kuliah Umum, “Pengolahan Susu Dengan Teknologi Fermentasi”

fapet-unsoed.ac.id. Purwokerto, (31/5/2022) – Sebagai bentuk implementasi kerjasama antara Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berkolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Fapet Unsrat), Manado, Sulawesi Utara melaksanakan Kuliah Umum bersama dengan tema “Pengolahan Susu Dengan Teknologi Fermentasi” yang diikuti oleh 105 peserta yang terdiri dosen dan mahasiswa Fapet Unsoed dan Fapet Unsrat.

Kuliah umum di lakasanakan pada hari Senin Senin (30/5) pukul 10.00 WIB dalam rangka mengaplikasikan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, M.P, (Dekan Fapet Unsoed) dan dari Fapet Unsrat Dekan Fapet Unsrat Dr. Ir. Florencia Nery Sompie, MP., IPU mengawali dengan memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut dan moderator Dr. Ir. Meity Sompie, MSi. IPM (Kepala Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fapet Unsrat

Prof. Triana dalam paparannya menjelaskan bahwa pertumbuhan susu fermentasi meningkat pesat di pasar dunia dari USD 54.760 juta pada 2021 dan diprediksi mencapai USD 67.530 juta pada tahun 2027 atau tumbuh sekitar 3%. Di Indonesia olahan susu fermentasi yang lebih dikenal adalah yoghurt yang berkontribusi pada level  negara produsen Yougurt terbesar ke enam diseluruh dunia.

Lebih lanjut dekan menjelaskan prosedur pembuatan susu fermentasi berupa yoghurt, kefir dan keju. susu olahan tersebut dapat dibuat dari berbagai sumber susu mulai dari susu sapi, kambing, kerbau, bahkan susu kedelai. sedangakan bahan dasar untuk susu hewani, dapat berasal dari susu segar, kolostrum, maupun susu rekonstitusi.

Banyak manfaat dengan mengonsumsi olahan susu fermentasi, apabila dikonsumsi secara rutin dalam kurun waktu tertentu, karena susu memilikii kandungan gizi yang tinggi. selain memiliki kandungan gizi yang bagus, olahan susu fermentasi juga mengandung probiotik dan peptida bioaktif yang baik untuk kesehatan tubuh. Kelebihan dari susu fermentasi pun berbeda, susu fermentasi cenderung lebih mudah dicerna, aman untuk penderita laktosa intoleran dan dapat disimpan tahan lama.