Skip to main content
x

Eksistensi Lahan Percobaan “Eksperimental Farm” Dalam Meningkatkan Lulusan Yang Berkompeten

fapet.unsoed.ac.id – Kamis, (16/7/20) Peningkatan mutu pendidikan dengan optimalisasi sumberdaya manusia serta sarana prasarana yang memadai dalam menuju kemajuan dan eksistensi Fakultas Peternakan Unsoed dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang berorientasi pada pembentukan lulusan yang cerdas serta kompeten pada pengembangan sumberdaya peternakan dan kearifan lokal secara berkelanjutan, melalui penguasaan sains juga teknologi peternakan, yang berdaya saing dan berahkhlaq. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bertumpu pada tenaga pengajar dan SDM, sarana prasarana jadi pendukung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Fakultas peternakan yang berdiri melalui Keputusan Menteri PTIP No. 275/1965 tertanggal 3 Desember 1965 dan diresmikan pada 10 Pebruari 1966 terus berbenah dalam memberikan pelayanan pendidikan dari peningkatan sarana perkuliahan yang representative, didukung infrastruktur perkuliahan dan laboratorium yang representatif seperti, Experimental / Teaching Farm, Pabrik Pakan Mini, Perpustakaan, Jaringan Internet, Laboratorium Komputer, & Bahasa Inggris.

Untuk menunjang pendidikan dan ketrampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan matakuliah (teori) yang diadopsi pada perkuliahan, sarana penunjang praktikum dan penelitian sangat penting bagi mahasiswa jurusan eksakta seperti Fapet Unsoed. Fapet Unsoed memiliki 13 Laboratorium Pendidikan, yang terdiri : Lab Ilmu Pengetahuan Dasar Peternakan, Lab. Pemuliaan Ternak Terapan, Lab. Fisiologi & Reproduksi Ternak Terapan, Lab. Produksi Ternak Perah, Lab. Produksi Ternak Unggas, Lab. Ternak Potong & Kerja, Lab. Kesehatan Ternak, Lab. Ilmu Nutrisi & Makanan Ternak, Lab. Ilmu Pengetahuan Bahan Makanan Ternak, Lab. Agrostologi, Lab. Ekonomi Peternakan, Lab. Sosial Peternakan.dan Lab Teknologi Hasil Ternak.

Merdeka Belajar sesuai program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, adalah memberikan otonomi, transparansi, efisiensi, dan fleksibilitas. Sehingga upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan dapat lebih optimal dan berdampak Pendidikan bisa dalam format yang variatif dan bisa didapatkan dari berbagai macam pihak. dengan adanya experimental farm Fapet Unsoed mahasiswa yang mempunyai minat untuk mengembangkan diri untuk menggeluti dunia peternakan secara riil dapat belajar secara langsung di exfarm,

Keberadaan  Experimental Farm (Exfarm) / Teaching farm Fakultas Peternakan UNSOED memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya untuk pembelajaran dan penelitian civitas academika tetapi juga sebagai wahana pembelajaran. siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan juga siswa Sekolah Dasar berasal dari wilayah Banyumas dan sekitarnya outing class Sub Stasiun Experimental Farm Fakultas Peternakan. 

Selain siswa sekolah di akhir tahun 2019 exfarm menerima kunjungan dari beberapa kelompok ternak yang tergabung dalam Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID), ada empat TPID BUMDes yang semuanya berasal dari kabupaten kebumen, , satu kelompok kambng perah dari kabupaten banyumas, perguruan tinggi negeri asal lampung, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dalam skema kerjasama penyusunan Road Map pengembangan sapi perah.

Ketua Sub Stasiun Experimental Farm Fakultas Peternakan UNSOED, drh. Sufirriyanto, MP menyampaikan untuk lahan exfarm 22.776,4.M2, berbagai jenis ternak dipelihara untuk tujuan praktikum dan penelitian dalam pengembangan entrepreneurship mahasiswa. Hewan ternak terdiri Sapi Potong 20 ekor, Sapi Perah 11 ekor, Domba 23, Kambing 27, ayam Pedaging 1900 ekor dan ayam petelur 450 ekor. ahan di belakang sebagai tempat hijauan pakan ternak seperti rumput dan ramban, unit pengolahan pakan dan pengolahan produk ternak.  

Pada tanggal 30/11 Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pembibita Ternak Unggul Pakah Hijauan BBPTU-PH Sembawa menghibahkan 10 ekor sapi jenis ongole, lima pejantan dan lima betina untuk Fakultas Peternakan Unsoed. untuk menambah fasilitas praktikum dan penelitian civitas akademika. Kesepuluh sapi tersebut datang dengan bobot rata-rata 317 kg sekarang pasca enam bulan di exfarm bobot sapi rata-rata 600 kg. ada satu ekor sapi yang bobotnya sudah mencapai 672 kg.

Untuk limbah ternak sapi (feses) di exfarm dikelola untuk biogas yang dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor gas, serta limbah feses sapi lainnya diolah untuk pupuk organik (kompos). Exfarm juga memiliki dua kandang mini close house untuk pemeliharaan ayam petelur dan ayam pedaging, close house mini  meupakan sebuah inovasi dan kreativitas yang di desain untuk sarana praktikum mahasiswa secara riil. Guna untuk mengaplikasikan teori pada perkuliahan dengan praktik riil .

Menurutnya “Kelebihan clouse house mini adalah kelonggaran mahasiswa dalam kegiatan praktikum, mahasiswa dapat masuk berkelompok dengan memperhatikan protocol kesehatan ternak. Mahasiswa yang masuk wajib melalui prosedur kesehatan yang diterapkan dengan sterilisasi dengan disemprot disenfektan di pintu masuk kandang” ungkapnya.

Drh. Sufiriyanto menambahkan, beliau puya rencana pengembangan exfarm akan ekspansi dari pemeliharaan tradisional ke aplilkasi teknologi yang berkembang. Ia berharap kelak keinginannya untuk merubah exfarm dengan sentuhan teknologi, sapi di umbar pada lahan yang di desain untuk pola pemeliharaan sapi. sedangkan untuk sapi perah harapnnya nantinya sapi diperah tidak lagi secara manual tetapi sapi akan menepi dan masuk sendiri pada kandang yang sudah di desain dengan alat perah yang terintegrasi untuk diperah” tambahnya.