Skip to main content
x

Fapet Unsoed Gelar Webinar Nasional "Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri 7 (STAP) VII"

fapet.unsoed.ac.id - Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menyelenggarakan Webinar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri 7, Sabtu, (27/06). Bertajuk “Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi Covid-19.” dengan narasumber Prof. Dr.  Ir. Budi Santoso, MP, Guru Besar Bidang Nutrisi Ruminansia Universitas Papua, Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP, Dekan Fapet Unsoed, Ir. Bambang Suharno, Pimred Majalah Infovet, Dr. Ir. Bess Triesnamurti, M.Sc Pusat Peneliti Senior Puslitbangnak Bogor.

Kegiatan webinar yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom melalui link s.id/stap7 ini menarik minat masyarakat, baik dari mahasiswa, akademisi, praktisi,  dan masyarakat umum yang ingin mengetahui seluk beluk kegiatan Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi Covid-19 khususnya di Indonesia.

Webinar kali ini tentu menjadi hal yang menarik ketika diikuti, ketika memberi materi Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi Covid-19 ini, disertai dengan berbagai ilustrasi dan materi-materi ilmu yang dapat memberi perspektif baru khususnya tentang dunia peternakan. Sedangkan Bentuk luaran dari webinar adalah prosiding dan beberapa makalah terbaik akan masuk dijurnal Terakreditasi Sinta 3 – Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Jipvet) terakreditasi A Universitas Papua

Webinar dibagi menjadi 4 bidang kajian yaitu teknologi produksi peternakan, teknologi nutrisi dan pakan ternak, teknkologi preservasi dah pengolahan hasil ternak dan sosial ekonomi dan agribisnis peternakan.

Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Prof. Dr. Ismooyowati, S.Pt, MP menyampaikan, webinar nasional Seri 7 (STAP) VII sebagai  media desiminasi hasil peternakan dari para peneliti bidang peternakan diseluruh Indonesia dan ajang pertukaran informasi antar peserta mengenai topik-topik penelitian sesuai bidangnya.

Harapannya “seminar ini akan bermanfaat untuk meningkatkan peran bidang peternakan dalam penyediaan pangan dalam menuju kenormalan baru, peternakan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam program ketahanan pangan sekaligus berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasa generasi yang akan datang” Ungkapnya.

Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, MP, selaku ketua panitia menyampaikan webinar nasional diselenggarakan bertujuan memperluas wawasan penggunaan teknologi dalam meningkatkan produksifitas ternak memasuki era normal baru pasca pandemi covid-19 dan sebagai wadah dalam bertukar ide dalam bertukar pengalaman.

webinar nasional tersebut diikuti oleh para dosen, peneliti, praktisi,  dan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia. makalah pendukung yang diterima dan akan dipresentasikan sebanyak 120 judul yang berasal dari 76 instansi dari pendidikan tinggi negeri, pendidikan tinggi swasta, birokrasi, instansi penelitian pemerintah dan perusahaan swasta. total peserta baik sebagai author, co author, dan peserta lain 259 peserta, ruang pararel daring dibagi 10 ruang meeting” jelasnya.

Materi “Prospek pengembangan sapi potong di era new normal pasca pandemi covid-19” dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, menjelaskan sub sektor peternakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Tiga poin Pembentukan Domestik Bruto (PDB), Penyerapan Tenaga Kerja dan poin ketiga Penyedia Bahan Baku Industri. Pada poin pertama secara nasional peternakan berkontribusi 1.5%. sub sektor peternakan tidak lepas dari sub sector pertanian terkait ketersediaan

bahan pangan asal ternak yaitu susu, telur dan daging. Sampai akhir tahun 2019 menurut laporan Kementerian Pertanian daging nasional 4.886 ton yang terdiri dari daging yang berasal dari daging ternak unggas dan aneka ternak sebesar 86.1% / 4.206.100 ton dan ternak ruminansia menyumbang 678.021/13.9%.

Selanjutnya Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP Potensi  Telur Sebagai Immunomodulatory Food Di Masa New Normal Pasca Pandemi Covid-19” pada pemaparannya beliau menyampaikan dampak dari covid-19 yang melanda dibelahan dunia termasuk di Indonesia yang membuat aktifitas menjadi terbatas dan berdampak pada semua bidang termasuk pada bidang peternakan.

Industri peternakan merupakan industri utama yang menyumbangkan produk telur, susu dan daging masyarakat secara nasional. Produk peternakan memiliki kandungan nutrisi terutama protein yang cukup tinggi sehingga dapat mempertahankan kesehatan tubuh. “Dari beberapa media, saya ketahui kalau pasien Covid-19 dianjurkan untuk memakan telur. Karena, kaya akan vitamin seperti A, E, B12, dan selenium yang notabene baik untuk imunitas,” paparnya. 

Kebutuhan protein yang berasal dari ternak unggas ada dua sumber berasal dari daging ayam niaga/broiler  55%, kemudian telur yang berasal dari niaga ayam petelur 71%. Sedangkan produksi dari unggas lokal untuk daging 11% dan 11% untuk telur. Produksi dari perunggasan merupakan kontribusi paling tinggi dalam memenuhi daging dan telur.

Peneliti Balitbangtan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dr. Ir. Bees Tiesnamurti memberikan masukan agar Pemerintah pusat dan pemerintah daerah hendaknya menggerakkan para pihak guna menghasilkan pangan hewani asal ternak dengan lebih memanfaatkan sumber daya genetik ternak yang tersedia di berbagai daerah

Sementara itu, Ir. Bambang Suharno menyebut jika dampak yang dihadapi peternakan di masa pandemi covid-19 adalah menurunnya pasar. Kabar baiknya, penjualan daging beku meningkat. Hal ini tentunya harus dibiasakan, mengingat produk dalam bentuk beku belum begitu diminati masyarakat. “Saran yang dapat saya berikan adalah, sebaiknya infrastruktur untuk rantai dingin diperbaiki. Ini demi mengurangi penjualan ayam dalam bentuk hidup dan juga mengurangi fluktuasi harga. Pengembangan ekonomi digital, pengaturan pasokan-permintaan dengan ketegasan sanksi juga harus diterapkan,” katanya.

Untuk lebih jelasnya, Webinar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri 7Prospek Peternakan di Era Normal Baru Pasca Pandemi Covid-19 dapat diakses melalui s.id/livestap7, dengan link zoom s.id/stap7