Skip to main content
x

Upaya Peningkatan Populasi Sapi Potong Fapet Unsoed Menggelar Focus Group Discussion

fapet.unsoed.ac.id –  Fakultas Peternakan Unsoed melalui platform Zoom Meet Selasa, 14/7/20. Focus Group Discussion (FGD)  dengan topik “Perkembangan Peluang dan Tantangan Implentasi SK Penetapan Wilayah Sumber Bibit di masing-masing kabupaten” dalamr rangka Pemetaan dan Review Proses pencarian genetik Sapi Potong lokal berkualitas di Kabupaten wialyah Jawa Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Perkembangan pola pemeliharaan dalam upaya peningkatana populasi sapi potong lokal menjadi tuntutan para pakar bidang peternakan untuk berinovasi dengan aplikasi teknologi ternak dalam upaya pengembangan sapi potong di Indonesia. Melalui Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengelolaan dan Pengembangan Sumberdaya Genetik Ternak Lokal merupakan ajang silaturahmi para pakar bidang peternakan dan sarana diskusi dalam pemecahan masalah untuk meningkatkan produksi sapi potong untuk meningkatkan produksi daging serta membantu pemerintah dalam mensukseskan ketahanan pangan untuk menuju swasembada pangan di di Indonesia.

FGD mengundang narasumber Ir. Sugiono, MP Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,  Ir. Lalu Muhamad Safriadi, MM, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, sedangkan Pembahas terdiri dari Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, (Pakar Reproduksi Ternak Unsoed), Dr. sc.agr. Muhammad Bata, MS, (Pakar Nutrisi Ternak Ruminansia) Unsoed, Dr. Agus Susanto (Pakar Genetika dan Perbibitan) Unsoed dan  Dr. Dicky Pamungkas (Pakar Ternak Ruminansia), Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (LolitSapi) Potong Kementerian Pertanian

Foccus Group Discussion di pimin oleh Mochamad Sugiarto, S.Pt., MM., Ph.D dan ikuti oleh enam presenter yang merupakan perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan wilayah jawa tengah, Kepala Dinas yang terdri dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Banjarnegara, Kadin Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Kadin Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Kadin Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Kadin Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang dan Kadin Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas.

Pembahas terdiri dari Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, (Pakar Reproduksi Ternak Unsoed), Dr. sc.agr. Muhammad Bata, MS, (Pakar Nutrisi Ternak Ruminansia) Unsoed, Dr. Agus Susanto (Pakar Genetika dan Perbibitan) Unsoed dan  Dr. Dicky Pamungkas (Pakar Ternak Ruminansia), Kepala Loka Penelitian Sapi Potong (LolitSapi) Potong Kementerian Pertanian

Dekan Fapet Unsoed Prof Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP menyambut baik dam memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada narasumber, pembahas, presenter dari masing-masing Dinas Peternakan wilayah jawa tengah yang telah ikut serta berperan aktif dalam upaya pemecahan masalah melalui diskusi untuk menentukan kebijakan dalam upaya meningkatkan populasi ternak sapi potong lokal di jawa tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Semoga FGD akan membawa manfaat dan dapat merumuskan kebijakan dan strategi untuk program pembibitan sapi potong sehingga akan membantu pemerintah dalam meningkatkan populasi sapi potong di Indonesia di Indonesia” harapnya.

Dekan menambahkan “permasalahan krusial mengenai peningkatan populasi sapi potong adalah terlambatnya beranak pertama kali, jarak beranak yang terlalu panjang, portalitas pedet yang terlalu tinggi  dan seleksi atau upaya peningkatan mutu genetik sapi potong di Indonesia terutama sapi lokal yang belum di lakukan secara optimal” tuturnya..

Ir. Lalu Muhamad Safriadi, MM, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Peternakan yang telah menginisiasi tentang pengembangan sapi lokal di jawa tengah, berdasarkan seleksi jateng mempunyai 10 hewan yang telah ditetapkan dari sapi PO Kebumen, Sapi Jabres,  domba batur, domba wonosobo, kambing kaligesing , Kambing kacang, kambing kejobong purbalingga, ayam kedu, itik tegal dan itik magelang. permalasalah yang dihadapi dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi adalah, sulitnya mebmerikan minat beternak sapi lokal. "BIB jateng sudah berupaya meningkatkan populasi ternak sapi dengan proses inseminasi untuk sapi lokal, tetapi masyarakant mayoritas meninta semen jenis sapi lemousin atau simental" ungkapnya.

Ir. Sugiono, MP dalam paparannya menyampaikan populasi ternak untuk tahun ini ada peningkatan yang pada sebelumnya pada  tahun 2014 aspi potong berkisar 14 juta, tahun 2018 meningkat 18 juta yang signifikan capaian  pada tahun 2020 dengan lahiran 1.200 juta. ”data yang digunakan menggunakan sistem psysiksnas” katanya.

“Dari hasil pemantauannya untuk populasi ternak sapi masih berpusat di jawa, dengan urutan populasi terbanyak di jawa timur, jawa tengah dan jawa barat. .masalah sapi lokal sudah ada 38 galur yang sudah dirilis dan 9 ada di jawa tengah. BIB jawa tengah telah sukses mengembangkan. 3 jt strow yann beredar di wilayah jawa tengah ungaran yang biaya sepenuhnya dari APBN” tambahnya.

.