Skip to main content
x

Kuliah Umum "Pangan Halal" Sesi II Fapet Unsoed

(fapet.unsoed.ac.id), Sabtu, 30/11/2019 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang pangan halal dalam konteks hewan ternak secara agama islam dosen agama Fapet Unsoed Lis Safitri, S.Th.I, M.Pd menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pangan Halal”, dengan tema “Potensi Pencemaran Daging Haram ” dan “Cara Memilih dan Menyimpan Daging supaya tetap halal dan thayyib”.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan deri kuliah umum sesi pertama yang telah dilaksanakan 16/11/2019 dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Tridjoko Trisno Murti, DEA. Kuliah Umum berlangsung selama 2 jam, Kuliah Umum dimulai pukul 08.45 – 11.45 WIB yang di ikuti oleh mahasiswa 313 mahasiswa yang terdiri dari program S1 Peternakan yang terdiri dari kelas A. B. C. D sejumlah 199 mahasiswa dan DIII Program Produksi Ternak terdiri 114 yang terbagi menjadi 2 kelas.

Kuliah Umum sesi II di laksanakan di ruang Seminar I Fapet Unsoed dengan narasumber Nanung Danar Dono SPt MP PhD, Direktur Halal Center Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) dihadiri oleh Ketua Bagian Sosial Ekonomo Dr. Ir. Krismiwati Muatiip, M.Si dan para dosen Bagian Sosial Ekonomi.

Dalam paparannya pada kuliah umum tersebut ia membuka  dengan melontarkan sebuah pertanyaan “Mengapa daging kurban bisa haram?” menurutnya perlu dipahami bagaimana penanganan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan. Sebelum menyembelih, “pastikan bahwa pisau sudah diasah setajam mungkin. Amati kondisi ternak seperti postur, keadaan wajah (khususnya mata), lubang hidung, dan saluran reproduksi.

Jika hewan belum mati namun sudah dipotong kakinya, atau dipotong ekornya, atau dikuliti, artinya kita memotong kaki binatang atau memotong ekornya, atau mengulitinya hidup-hidup. Hewan bisa kesakitan, dan mati bukan karena disembelih, namun karena kesakitan yang luar biasa,” ungkapnya.

“Proses penyembelihan yang benar harus memotong tiga saluran, yaitu saluran nafas (kerongkongan), saluran makanan (tenggorokan), dan pembuluh darah (arteri karotis dan vena jugularis),” imbuhnya.

“Peternakan tidak hanya proses pemeliharaan baik pemberian pakan, perlakuan dan kesehatan hewan yang hanya menghasilkan ternak yang bagus, tetapi konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) harus diperhatikan sejak awal,” tambahnya.