Skip to main content
x

Lomba Fashion Show, “Peternakan Fashion Style” Lahirkan Model Berbakat

Fapet.unsoed.ac.id – HUT RI merupakan peringatan hari kemerdekaan bangsa Indonesia dimana semua rakyat Indonesia serentak memperingatinya dengan berbagai kegiatan dan lomba. Tak terkecuali Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto juga merayakan hari kemerdekaan dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dari senam sehat, lomba balap karung, lomba makan kerupuk yang di ikuti oleh keluarga besar Fapet Unsoed yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, Tenaga Kependidikan dan Tenaga Kebersihan yang telah dilaksanakan pada (12/8) mulai pukul 07.00 WIB di Halaman Fapet Unsoed..

Puncak dari  rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI Ke-77 Fapet Unsoed menyelenggarakan lomba Fashion Show yang membawa tema “Peternakan Fashion Style, kegiatan tersebut digagas oleh Wakil Dekan Umum & Keuangan Mochamad Sugiarto, Ph.D atas masukan dari berbagai pihak. Pagelaran Fashion show dilaksanakan pada Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 15.30 WIB yang bertempat di ruang Seminar Lantai III.

Lebih lanjut Mochamad Sugiarto mengungkapkan, ide tersebut dari masukan rekan-rekan, yang selanjutnya berkordinasi dengan pimpinan Fakultas dan disetujui, WD II langsung mengintruksikan segenap panitia untuk menyiapkan pelaksanaan Fashion Show tersebut. Menurut WD II pagelaran Fashion Show dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan dan juga sebagai ajang silaturahmi serta memotivasi pihak lain untuk menyelenggarakan Fashion Show. Acara ini juga sebagaip membuktikan bahwa Fapet Unsoed juga mempunyai model cantik yang siap berlaga pada event selanjutnya. 

Ditempat terpisah ketua panitia HUT RI ke-77 Ir. Imbang Haryoko, S.Pt, M.P., IPM mengatakan acara Fashion Show ini merupakan puncak kegiatan dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilakasanakan. “peserta terdiri dari 18 kontestan yang terdiri dari 3 kelompok yaitu dosen, mahasiswa, dan tendik. Fashion Style ini diharapkan akan dapat memperat silaturahmi antar individu sebagai keluarga besar Fapet Unsoed dan menanamkan rasa percaya diri untuk berani tampil. Penentuan pemenang melalui system vooting pengunjung via G.form, ” jelasnya.

Dari pantauan kami sebelum hari pelaksanaan, peserta sibuk dengan persiapan masing-masing, tak hanya sibuk mencari kostum saja, tetapi peserta juga dituntut untuk dapat menemukan style yang akan di peragakan, menurut beberapa peserta mengatakan bingung harus tampil seperti apa, pakai busana apa dan mau bagaimana. Pertanyaan muncul hampir dari setiap calon kontestan. Karena dari pihak penyelenggara memberikan kebebasan untuk memilih kostum, yang menjadi pedoman adalah peserta wajib mengekspose bidang peternakan.

Lomba Fashion Style memaksa peserta harus merencanakan dengan detail untuk menentukan konsep yang akan di tampilkan. peserta dituntut harus berkreasi, berinspirasi dan berilustrasi untuk dapat mengimajinasikan peragaan mereka nantinya.

Ajang Fashion Show begitu meriah setelah pembawa Afduha Nurus Syamsi, M.P yang berkolaborasi dengan Ari Dwi Nurasih, S.Si., M.Biotech membuka acara, ajang yang baru kali ini digelar begitu spektakuler. Kolaborasi MC yang ciamik mampu membawa seisi ruangan terhanyut dalam suasana, lenggak-lenggok model di iringi suara music yang begitu kuat dipadu dengan ruang yang bertabur lampu led warana-warni makin menambah suasana semakin semarak.

Tampak antusiasime penonton pecah setelah pembawa acara mengawali berjalan di Catwalk bergantian sambil berlenggak lenggok dibarengi dengan sapaan dan seruan yel-yel membuat seisi ruang begitu hingar bingar menyambut sang idola tampil di catwalk.

Peserta semua tampil prima dan sangat memukau, namun bila di amati masing-masing peserta tampil dengan style dan membawa konsep sesuai dengan bidang yang digelutinya. Diantaranya dosen Dr. Ir. Rahayu Widiyanti, M.P tampil dengan mengusung konsep  penjual susu murni, ia yang merupakan ahli di bidang ekonomi sesuai bidang kajiannya ekonomi peternakan cermat dalam membidik konsumen. dengan  memasarkan produk susu murni dengan model pemasarannya seperti penjual jamu gendongan, dengan mengenakan kebaya yang dipadu dengan kain jarit serta mengenakan sandal jepit dan bertudung mengilustrasikan cara mengonsep suatu usaha susu murni agar dapat diterima konsumen. Tak hanya itu saja, ia menjajakan susu murni keliling menggunakan ceret yang disajikan dengan dituang ke dalam papper cup, dari situ juga tersirat penyajian yang higienis dan ia juga tampak tersirat ajakan (mengkampanyekan) penggunaan bahan non plastik yang dapat mencemarkan lingkungan.

Keunikan peserta lain juga beradu kreatifitas, inspirasi, ilustrasi dan imajinasi, jajaran pimpinan tidak mau kalah dengan peserta, Dekanat juga turut unjug gigi. Diawali ibu dekan yang di iringi ibu WD III berjalan lemah gemulai serambi menggendong bakul berisi produk hasil ternak, yaitu telur laksana penjual telur keliling tradisional. dekan membawa konsep produk hasil ternak sesuai bidang kajiannya,

Setelah Dekan, kini WD I pun tak mau kalah, dengan mengilustrasikan seorang peternak desa yang harus berjuang melawan panas dan lelah saat menggembala dipersawahan, sesaat tampak lelah duduk berisitirahat di tepi ladang sambil menikmati sebatang cerutu sambil menunggu ternak gembalaan mencari makan diladang. Senja tiba iapun pulang ke rumah dengan dismbut  sang istri  yang telah menanti didepan rumah. Ia pun menyambut senyuman dengan memberikan kejutan istrinya dengan memberikan sebuah bunga yang dia simpan dibalik kantong bajunya.

Penampilan selanjutnya WD II, dengan mengenakan kemeja, jas dan berdasi membawa sebuah buku, terkesan mengilustrasikan ia seorang pegawai kantoran. Di atas catwalk berjalan tenang dan tertata menandakan ia seorang prinsipil segala sesuatu penuh dengan pertimbangan. Saat di panggung, ia bergaya dengan mendekat dinding dibukalah buku catatan digenggamannya sambil menatap kalender dan sesekali terkesan serius menatap buku dan almanak seolah mengilustrasikan seorang pegawai yang cermat, bagaimana mengatur keuangan dengan benar dan bijak sebab di ekspresikan tepat di tanggal 31 yang merupakan akhir bulan.

Acara tersebut merupakan kegiatan penutup dimana di ajang tersebut akan di umumkan pemenang lomba, sekaligus penyerahan hadiah, untuk hasil lomba fashion style di menangkan oleh Dr. Ir. Rahayu Widiyanti, MP (dosen) 46 suara, Juara II Endah Kurniati (mahasiswa) 31 suara dan juara III Serly Chandra Surya. S.Kom (tendik) 23 suara.