Skip to main content
x

Sambut Program Merdeka Belajar Dan Belajar Merdeka Fapet Unsoed Gelar Workshop RPS

fapet.unsoed.ac.id - Menghadapi dinamika dan regulasi sistem pendidikan di era global Perguruan tinggi mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Perguruan Tinggi juga mengemban amanat sebagai transformator perubahan melalui jalur pendidikan dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing, kompeten, mandiri dan inovatif Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Workshop Rencana Penyusunan Semester.

Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester dilaksanakan 11/9/20 bertempat di ruang 207 dengan menghadirkan narasumber dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Jenderal Soedirman Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.D yang sekaligus sebagai dosen Fakultas Peternakan Unsoed. Workshop Penyusunan RPS diikuti seluruh dosen di lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP selaku pimpinan Fakultas menyampaikan sekaligus mengajak seluruh peserta workshop untuk terus berbenah dari berbagai sektor untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam membangun kepercayaan masyarakat/pengguna terutama di Era revolusi industri 4.0  yang memerlukan perhatian lebih dari berbagai aspek terkait reputasi Perguruan Tinggi Negeri yang membutuhkan legalitas kualitas dan mutu pendidikan untuk bersaing di era global.

“Kita mengemban tanggung jawab untuk mendorong Universitas dalam meningkatkan grade penilaian mutu pendidikan melalui kontrak kinerja yang telah ditetapkan antara menteri ke Rektor dan Dekan ke Rektor, kita merupakan bagian dari universitas. Selain itu dalam menyambut Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang sedang digulirkan oleh Menteri Pendidikan sebagai dasar untuk melakukan peninjauan kurikulum pembelajaran di masing-masing program studi secara berkala” jelasnya.

Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.d pada paparannya menyampaian definisi merupakan seperangkat rencana atau pengaturan terkait cara pengumpulan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) menggambarkan apa yang akan dikerjakan selama 1 semester pada mata kuliah tertentu.

“Metode pembelajaran juga harus ditentukan, pola pembelajaran mana yang akan di terapkan. Berdasarkan klasterisasi Dikti metode pembelajaran berbasis Case Based Learning (CBL) dan pembelajaran berbasis Projek, Project Based Learning (PjBL)” terangnya

Selain itu narasumber menambahkan, “Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Semester (RPS) yang sudah ada, dosen harus mengisi dengan sedikitnya 13 komponen dalam RPS, namun kini komponen panjang tersebut hanya menjadi tiga komponen utama” dan “Tiga komponen utama itu dimuat dalam satu lembar jauh lebih sedikit yang selama ini harus diisi. RPS yang ada selama ini hanya membebani para Dosen” tambahnya.

Hakekatnya sebuah RPS bukan tentang penulisannya, melainkan tentang proses refleksi dosen terhadap pembelajaran yang terjadi, dengan RPS itu sendiri dosen dapat melakukan refleksi terhadap pembelajaran sesuai yang telah di rencanakan. Selain dosen dapat memperbaiki kinerjanya di kemudian hari, penyusunan RPS secara efisien dan efektif dilakukan agar dosen memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran.

Di  akhir paparannya narasumber menekankan, “RPS bukan hanya sekedar administrasi yang perlu dilakukan dosen dengan mengisi puluhan halaman. akan tetapi refleksi yang dimaksud adalah apakah hal yang ingin disampaikan sudah dengan baik tersampaikan kepada peserta didik atau belum. Pada hakekatnya penulisan RPS dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas mahasiswa” ucapnya.