Skip to main content
x

Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri IX (STAPS IX), Fapet Unsoed Berkolaborasi Dengan ISPI Dan 3 Perguruan Tinggi Negeri

Fapet.unsoed.ac.id.Purwokerto (14/6/2022) - Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman  menggelar Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri IX (STAP IX) dengan Tema “Peluang dan Tantangan Pengembangan Peternakan Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan”.  Kegiatan dilaksanakan secara virtual mulai tanggal, 14 - 15 Juni 2022 yang berpusat di Ruang Seminar I Fapet Unsoed, menghadirkan Keynote Speaker dari Dirjen Peternakan&Kesehatan Hewan (Dirjan PKH), Dr. Ir. Nasrulloh, M.Sc yang diwakili oleh Dirketur Pengolahan&Pemasaran Hasil Peternakan Tri Melasari, S.Pt, M.Si.

Plenary Speakers Ir. Joko Susilo, S.Pt, IPM (Sekretaris Jenderal ISPI) dan Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si, (Badan Penelitian&Pengembangan Pertanian Balitbangtan) Prof. Dr. Ir. Trijoko Wisnu Murti, DEA (Fapet UGM),

Invited Speakers : Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc, Ph.D, (Fapetkan Untad), Dr. Ir. Ardi Novra, M.P (Fapet UNJA), dan Prof. Dr. Ir. Dattadewi Purwantini, M.S (Fapet Unsoed), dengan Moderator Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, M.P, IPU.

Kegiatan STAP IX berkolaborasi bersama empat institusi/organisasi, terdiri Kementerian Pertanian Indonesia melalui Direktorat Jenderal Peternakan&Kesehatan Hewan, Badan Penelitian&Pengembangan Pertanian, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), UGM, UNJA dan UNTAD. “seminar ini selain menampilkan pakar BIdang Peternakan, juga menjadi penyebaran berbagai hasil penelitian dari para peneliti bidang peternakan diseluruh Indonesia&ajang pertukaran informasi antar peserta mengenai topik-topik penelitian yang ditekuni. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Dies Natalis Fapet Unsoed ke 56 Tahun 2022”, ungkap Ketua Semnas, Dr. Ir. Efka Aris Rimbawanto, M.P.

Lebih lanjut, Semnas diikuti oleh Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan pemakalah 135 dari bidang kajian Sosial Ekonomi&Agrisbisnis Peternakan 29 Naskah, Teknologi Pakan dan Nutrisi Ternak 42 Naskah, Teknologi Preservasi&Pengolahan Hasil Ternak 28 naskah, Teknologi Produksi Peternakan&Veteriner 26 naskah dan Teknologi Reproduksi&Rekayasa Genetik Ternak 12 Naskah total peserta seminar 184 peserta dari 34 Institusi.

Dekan Fapet Unsoed Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, MP, menyampaikan STAP IX tahun 2022 telah memasuki tahun kesembilan, oleh karena itu Fapet Unsoed tetap konsisten berkontribusi dalam pengembangan peternakan di Indonesia melalui Seminar berskala Nasional, kabar yang membahagiakan adalah antusiasisme peserta STAP yang selalu diikuti oleh Institusi dari sabang sampai merauke, “STAP IX tahun ini ada 34 Institusi dengan 184 peserta, tentu ini akan menjadi motivasi, untuk mengoptimalkan STAP IX tidak hanya menjadi suatu wadah bertukar informasi tetapi untuk kesempatan untuk saling menjalin kerjasama antar institus”, jelasnya.

Penyelenggaraan STAP IX juga dapat sebagai media untuk menjalin kerjasama, “kami selalu membuka diri dalam menjalin kerjasama lain dengan institusi lain untuk menyelenggarakan kegiatan surva atau Kerjasama pada bidang-bidang lainnya”, ungkap dekan mengakhiri sambutannya.

STAP IX dibuka oleh Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr. pada kesempatan itu Rektor menyampaikan pangan adalah suatu dimensi dari ketahanan suatu bangsa, hal ini dibutuhkan kecermatan tersendiri khususnya dalam menjamin terpenuhinya hak masyarakat dalam memastikan ketersediaan pangan. Dengan mengoptimalkan potensi sumberdaya yang kita miliki. melalui pemahaman yang multidimensi proporsional dan komprehensip serta dilandasi dengan landasan, landasan saintifik dan akuntabel tentunya akan memberikan suatu perspektif yang utuh terhadap realita yang kita hadapi.

Peternakan sebagai sub sektor strategis dalam penyediaan kebutuhan pangan, tentunya memiliki dinamika tersendiri seperti kesiapan produksi ternak bagaimana menyiapkan pakan dan nutrisi ternak juga hal terkait Kesehatan dan pemasaran, selain itu upaya-upaya dalam teknologi reproduksi mereka yang segenetik maupun preservatif yang perlu menjadi perhatian.

“Selain menjadi ajang silaturahim melalui paparan dari narasumber diseminasi hasil riset para peneliti/penyaji kiranya akan manjadi sarana untuk memutakhirkan pengetahuan dan wawasan kita sebagai akademisi, pengkaji, pemerhati dan praktisi pada bidang peternakan”, paparnya.

Sesi pertama menghadirkan Keynote Speaker Tri Melasari, S.Pt, M.Si menyampaikan amanah dari Dirjen PKH yang tidak dapat hadir dalam acara seminar pada hari ini, "Dirjen PKH mendadak mendapat tugas dari menteri untuk memberikan vaksinasi perdana terkait dengan Penyakit Mulut dan Kuku di Surabaya untuk segera dilaporkan ke presiden” terangnya..

Pada kesempatan itu narasumber menyampaikan paparan dengan judul “Peluang&Tantangan Pengembangan Peternekan Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan”. Kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak akan pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal sesuai nawacita untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan membangun kedaulatan pangan hal itu juga tertuang dalam Undang-Undang No.18/2012. Dalam mewujudkan ketersediaan pangan juga memiliki tantangan yang sangat besar terkait dengan adanya dampak perubahan iklim, sumber daya alam terbatas dan usaha tani skala kecil.

Senada disampaikan oleh Ir. Joko Susilo, S.Pt, IPM “Konsep Breeding Unggas Lokal Dakan Rangka Mendukung Kemandirian Bibit Nasional, memberikan konsep-konsep unggas lokal memenuhi kaidah-kaidah keilmuan dan asalnya jelas, peternakan mempunyai banyak pilihan terhadap produksi unggas lokal.

lebih lanjut Ir. Joko mengatakan, Menteri Pertahanan Fiji pada forum di Singapura mengatakan ancaman bagi eksistensi pada suatu negaranya khususnya di Asia Pasifik adalah perubahan iklim itulah yang mengancam harapan dan impian serta kesejahteraan kami, tantangan terbesar pada sub sektor peternakan adalah adanya perubahan ikllim, dimana sektor peternakan kedepan dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang dapat beradaptasi dengan iklim tidak hanya pada unggas lokal, juga pada rumaninansia kita memiliki berbagai plasma nutfah Indonesia.

Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si, Rekayasa Genetik Ayam Kampung Unggul Dan Tampilan Produksinya” SDG ayam local sebagai asset dengan posisi Indonesia sebagai pusat domesticasi ayam di dunia setela china dan India. Perlunya pembentukan galur unggul ayam local untuk pengembangan seara nasional, dengan lahirnya  ayam KUB-1 dan Ayam sensi-1 Agrinak. Pembentukan galur baru/rekayasa genetic melalui metode konvensional dengan meningkatkan produktifitas melalui pemuliaan, genetika kuantitatif dengan menyeleksi, crossbreeding serta kombinasinya.

Selain melaui metode konvensional juga dapat melalui metode teknologi tinggi dengan rekayasa genetic secara molekuler, Genom editing teknologi CRISPR/Cas9 (clustered regularly interspaced  short palindromic repeat-associated protein9) dengan disertai (Primordial  Germ Cell (PGC).  namun sampai saat ini, proses breeding masih menggunakan metode konvensional, harapannya kedepannya sudah dapat melalui sentuhan teknologi seperti di negara Jerman.

Prof. Dr. Ir. Trijoko Wisnu Murti, DEA menyampaikan makalah berjudul “Penguatan Rantai Nilai Halal Tayyib Olahan Peternakan Sebagai Strategi Menumbuhkan Produksi dan Ekonomi Peternakan”, halal adalah hak konsumen muslim dan juga hak untuk semua konsumen yang berhak mendapatkan dampak kesehatan yang baik. Yang perlu diperhatikan dalam menjamin rantai pasok halal-tayyib memerlukan : kemampuan authentifakasi / teknik deteksi zat dan proses rekayasa halal. Kedua kemampuan memberikan alternative (subtitusi) bahan dan rekayasa. Konsep teknik yang advance untuk dapat mendeteksi halal perlu aplikasi / teknologi yang dapat  merespon zat-zat lain yang dapat mengganggu kesehatan dalam konteks halal tayyib.

Seminar Nasional berlangsung lancar selama dua hari, dan pada hari kedua paparan pararel yang terbagi beerapa room virtual sesuai bidang kajian dapat menyelesaikan paparan dari peserta selesai hampir bersamaan, dengan waktu yang tidak begitu signifikan.