Skip to main content
x

Sepuluh Dosen Fapet Unsoed, Ikuti Wawancara Calon “Insinyur Profesional” TIM MUK

fapet.unsoed.ac.id.Purwokerto (9/6/2022) –Upaya dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia (insinyur) di pasar terbuka dalam menghadapi pasar global, sepuluh Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengikuti prosesi “Wawancara Calon Insinyur Profesional” yang diselenggarakan Majelis Uji Kompetensi (MUK) Badan Kejuruan Teknik (BKT Peternakan) Persatuan Insinyur Peternakan (PII) pada Kamis, (9/6/2022) bertempat di ruang rapat I Fapet Unsoed.

Tim MUK dan BKT yang yang merupakan Dosen Fapet UGM terdiri Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt, M.C.,Ph.D.,IPU., ASEAN  Eng (Wakil BKT Peternakan&Dekan Fapet UGM) Mewakili (Ketua BKT Peternakan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU), tim MUK yang di Ketuai Ir. Edi Suryanto, M.Sc, Ph.D., IPU. besertai tim yang terdiri Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si.,IPM, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt M.Sc Ph.D., IPM., ASEAN Eng dan Ir. Mujtahidah Anggiani Ummul Muzayyanah, S.Pt, MP, Ph.D., IPM. Melaksanakan tugas dengan mewawancarai peserta calon Insinyur Fapet Unsoed.

Dekan Fapet Unsoed Prof. Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, M.P menyampaikan terima kasih kepada Dekan Fapet UGM dan beserta Tim MUK atas kehadirannya untuk mewawancari calon Insinyur Profesi peserta / Dosen Fapet Unsoed. Profesi Insinyur di era sekarang sangat diperlukan untuk menjamin profesionalisme lulusan peternakan yang hal ini para calon Insinyur Profesional merupakan dosen yang mengikuti melalui jalur rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Harapannya dengan kehadiran tim dari Fapet UGM akan membawa ilmu dan juga pengetahuan dalam bidang peraihan sertifikisai Insinyur Profesional, selain itu juga untuk menjalin silaturahmi antara Fapet UGM dengan Fapet Unsoed yang diharapakan dapat dikembangkan mengarah kerjasama” ujarnya.

Selanjutnya Dekan Fapet UGM Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt, M.C.,Ph.D.,IPU.,ASEAN,Eng. Pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa validasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk pararelisasi antara program studi Insinyur dan program Insinyur Professional yang di selenggarakan oleh BKT-Peternakan PII.  “Kami datang bukan untuk memwancarai secara formal seperti halnya saat Akreditasi”, candanya, lebih lanjut “kami hanya akan memvalidasi persyaratan melalui dokumen CV karena peserta merupakan dosen yang telah memenuhi sebagian persyaratan dengan melalui jalur RPL” paparnya.

Sesuai arahan dari BKTP dan PII calon IP setelah selesai insinyur untuk segera di Insinyur Profesionalkan melaui validasi track recordnya mengacu dari curriculum vitae.  Tim butuh konfirmasi nilai untuk dapat menjadi IPU wajib memenuhi Kualifikasi (Jenjang) IP ditetapkan menurut angka penilaian (Assesment Score Minimal) yang berhasil diperoeh seorang calon IPP: Minimal. 600, IPM:3000 dan IPU:. 6000.

“Di Prodi Peternakan UGM memiliki Badan Kejuruan Teknik sendiri sehingga setelah Insinyur Profesional tidak perlu untuk submit lagi secara langsung akan mendapatkan Sertifikat resmi dari BKT Peternakan UGM” jelasnya.

Senada disampaikan Ketua MUK, pentingya Perguruan Tinggi untuk mencetak Insinyur Profesional, Perguruan Tinggi untuk menyelengkaran Program Studi Profesi Insinyur tertuang pada UU No 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran Indonesia, dan Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2019 tentang peraturan pelaksanaan UU No 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

“Setiap Insinyur yang akan melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), dikeluarkan oleh PII, untuk memperoleh STRI seorang Insinyur harus memiliki Sertifikat Kompetensi Insinyur yang diperoleh setelah lulus Uji Kompetensi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)” jelas Edi.

Tim MUK memvalidasi dengan melihat dari (W1) Kode Etik PII dan Tatalaku Profesi Keinsinyuran, (W2) Kemampuan Kerja Keinsinyuran, (W3) Perencanaan dan Perancangan Keinsinyuran, (W4) Manajemen Kerja dan Komunikasi Kesinsinyuran. Kualifikasi (Jenjang) IP ditetapkan menurut angka penilaian (Assesment Score) seorang calon IPP: MIN. 600 IPM: MIN. 3000 IPU: MIN. 6000.

Peserta Wawancara Calon Insinyur Profesional teridiri,

1

Dr. Ir. Bambang Hartoyo, M.Si

6

Ir. Nur Hidayat, M.Si

2

Dr. Ir. Munasik, MP

7

Setya Agus Santosa, S.Pt. MP

3

Ir. Nunung Noor Hidayat, MP

8

Imbang Haryoko, S.Pt., MP

4

Ir. Pambudi Yuwono, M.Sc

9

Titin Widiyastuti, S.Pt., MP

5

Ir. Ibnu Hari Sulistyawan, M.Si

10

Dr. Yusmi Nur Wakhidati, S.Pt, M.Si

Wawancara dilaksanakan secara estafet dengan dua tempat terpisah yang masing-masing penguji, terdiri dua orang. proses wawancara selama 60 menit dari hasil validasi ada beberapa yang inhal agar segera melengkapi data dukung secepatnya, agar dapat menyelesaikan perkuliahan program profesi insinyur secara bersama.