Skip to main content
x

Upaya Mencapai Akreditasi “Unggul” Fapet Unsoed Menggelar Workshop Penjaminan Mutu

fapet.unsoed.ac.id dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi menuju budaya mutu Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman terus berupaya meningkatkan mutu untuk menuju Akreditas Unggul. Upaya demi upaya terus di genjot dengan menggelar Workshop Penjaminan Mutu dengan narasumber Dari LP3M Dra.Gratiana Ekaningsih Wijayanti M.Rep.Sc., Ph.D dan Ir. Juni Sumarmono, Ph.D dari Lembaga Penjaminan Mutu.

Workshop diselenggarakan Selasa, 1/9/20 bertempat di Ruang 208 Fapet Unsoed. Bertindak sebagai moderator Novie Andri Setianto, S.Pt, M.Sc, Ph.D.

Dekan pada sambutannya menyampaikan Fakultas Peternakan Unsoed sedang berupaya melakukan evaluasi diri apakah sudah mencapai standar unggul agar Fapet bisa beradaptasi Unggul. Dengan melakukan perbaikan manajemen baik itu beberapa kegiatan penelitian pengabdian, pengajaran  untuk memenuhi 9 instrumen. Selain itu dekan  juga mengajak seluruh elemen untuk bekerjasama untuk berkontribusi dalam upaya pencapaian akreditasi Unggul.

“Fapet Unsoed terus berupaya melakunan evaluasi diri untuk memenuhi standar unggul agar bisa mengajukan instrumen Suplemen Konversi (ISK) pada Peringkat Akreditasi. agar Fapet Unsoed dapat menadapatkan akreditasi Unggul” tandasnya

ISK adalah instrumen akreditasi tambahan yang digunakan untuk pengambilan keputusan konversi peringkat terakreditasi yang diperoleh dengan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 7 Standar menjadi peringkat akreditasi baru sesuai dengan instrumen APT 3.0.  

Dalam paparannya Dra.Gratiana Ekaningsih Wijayanti M.Rep.Sc., Ph.D, menyampaikan, definisi penjaminan mutu fungsi dan tujuannya, struktur yang digunakan untuk mencapai penjaminan mutu.dasar persyaratan konversi adalah pemenuhan syarat perlu terakreditasi dan syarat perlu peringkat terakreditasi sebagaimana diatur dalam Peraturan BAN-PT Nomor 3 Tahun 2019, dan 2 butir persyaratan yang merupakan pertanda penting pelampauan SN-Dikti dan transisi menuju outcome-based accreditation

Penjaminan mutu diberbagai sektor, Penjaminan Mutu merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan Tinggi kuncinya adalah secara terencana dan berkelanjutan. 2 hal ini yang perlu diperhatikan. Penjaminan Mutu pendidikan tinggi adalah suatu pendidikan tinggi bermutu apabila terdapat tingkat kesesuaian yang tinggi antara penyelenggaraan pendidikan (pedidikan tinggi) dengan standar Dikti.

Standar Dikti terdiri dari SN-DIKTI yang baru disempurnakan permendikbud no 3 tahun 2000 standar Dikti yang ditetapkan oleh  Perguruan Tinggi, setiap Perguruan Tinggi harus menentukan standar Perguruan Tinggi dengan memperhatikan keunggulan dan keunikan Perguruan Tinggi. fungus penjaminan mutu utk mengendalikan agar pendidikan tinggi senantiasa ditingkatkan sarana dan sistem koridornya visi perguruan tinggi.

“Selain itu  belaiau menjelaskan status akreditasi program studi, peringkat akreditasi Program Studi atau Perguruan TInggi dengan menggunakan 9 kriteria. SPMI dapat dijadikan sebagaii foto data penjaminan mutu bukti kegiatan yang telah dilaksanakan dan juga sebagai  pertanggung jwban kita terhadap pemangku kepentingan (org tua wali murid) berharap setelah lulus nantinya akan mempunyai daya saing tinggi”. Paparnya.

Selain menjelaskan status penjaminan mutu, narasumber juga menyampaian Tujuan adanya penjaminan mutu.untuk Pemenuhan standar secara sistematik,.dari lini paling terbawah sampai teratas harus terintegrasi dengan baik. Setiap perguruan tinggi mengimplementasikan Penjaminan Mutu secara tersistem.

“Unsoed telah menerapkan penjaminan mutu yang tersistem mulai tahun 20016, banyak perubahan, bnyak pembelajaran, pembenahan-pembenahan, dan pengembangan” paparnya.

Luaran dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) akan diminta oleh SPME hasil AMAI tiga th terakhir penjaminan mutu dilaksanakan berkelanjutan tidak incidental. Apabilan penjaminan mutu tersebut sudah tidak lagi menjadi suatu pengetahuan, tidak lagi suatu kebutuhan akan menjadi budaya mutu.

Penjaminan Mutu sudah mengarahkan pola pikir kita tercermin pada pola sikap dan pola perilaku (penyampaian pada kontrak pembelajaran). Budaya mutu ini dijalankan oleh semua pemangku kepentingan, semua yang berkontribusi pelaksanaan kegiatan diberbagai jenjang perlu menginternalisasi mutu. Penjaminan Mutu setiap Prorgram Studi tingkat nasional terdiri dari  sub sistem yang terdiri dari Penjaminan Mutu internal (yg dilaksanakan setiap perguruan tinggi).

Penjaminan Mutu eksternal tingkat nasional adalah BAN-PT apabila sudah memenuhi maka bisa diajukan tingkat internasional, kedua kegiatan  ini sangat erat dengan pangkalan data. Setiap semester admin mengisi Pangkalan Data Dikti, Pangkalan Data DIkti akan dijadikan sebagai salah satu jendela untuk memonitor PM di perguruan tinggi dengan harus mengupdate data. Data sangat menjadi krusial yang perlu dikawal bersama-sama agar kemutahirannya dapat dijaga akurasinya.