Skip to main content
x

Whorshop Revisi dan Evaluasi Kurikulum Program Pascasarjana Peternakan Fapet Unsoed

fapet.unsoed.ac.id - seiring dengan upaya meningkatkan kompentensi mahasiswa untuk mencetak lulusan yang berkompeten untuk dapat menjawab tantangan di era digital  pada dunia kerja, lulusan diperlukan penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan sektor pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka memberikan pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan bidang kerja  di berbagai sektor

Untuk membedah permasalahan terkait strategi dalam penyusunan kurikulum yang dapat menjawab kebutuhan dunia kerja dalam peradaban teknologi era 4.0 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto melenggarakan Workshop “Revisi  dan Evaluasi Kurikulum Program Pascasarjana Peternakan Fakultas Peternakan Unsoed”.

Workshop dilaksanakan selama dua hari yang dimulai Rabu, (13 - 14 September 2021) bertempat di Ruang Seminar lantai 3 FAPET Unsoed, dengan menghadirkan tiga Narasumber. Prof. Dr. Irma Isnafiah Arif, S.Pt, M.Si (Dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Ir. Budi Rustomo, M.Rur.Sc, Ph.D (Interpreunership Peternakan Domba / nDayu Park Sragen) dan Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, P.hD Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Jenderal Soedirman.

Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik Fapet Unsoed Novie Andri Setianto, S.Pt, M.Sc, Ph.D. Pada sambutannya beliau menyampaikan dalam kondisi di era 4.0 sudah saatnya dosen bersama-sama melihat dan mengkaji bagaimana merancang kurikulum yang tepat untuk membangun kompetensi mahasiswa yang nantinya setelah lulus dapat menjawab tantangan pada dunia kerja.

Sementara itu Dekan Fapet Unsoed  (Dr. Triana Setyawardani, S.Pt, MP) menyampaikan dan sekaligus membuka kegiatan Workshop Revisi dan Evaluasi Kurikulum Program Pascasarjana bertujuan, untuk menghasilkan luaran seperti rumusan kebijakan di tingkat Fakultas terkait program kerjasama kurikulum dan implementasi MBKM, Pedoman yang menjadi acuan program kerjasama kurikulum dan implementasi MBKM di tingkat Fakultas serta pengembangan kurikulum program studi yang mencakup perencanaan, proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran termasuk mekanisme dan prosedur konversinya, serta penjaminan mutu yang berbasis pada Capaian Pembelajaran Lulusan Program Ptudi.

 “Oleh sebab itu Perguruan Tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut,” ucapnya.

Dekan juga sampaikan kegiatan Workshop tersebut sangat penting untuk dilaksanakan sebagai langkah untuk menyikapi kebijakan tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga harus dicermati bagaimana Implementasi pada kurikulum pembelajaran yang ada.

“Diharapkan peserta workshop untuk aktif memberikan masukan dalam rangka merancang dan menyusun kurikulum yang lebih relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi serta meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa program pascasarjana Peternakan”, tegasnya.

Workshop pada hari kedua masuk pada sesi presentasi dan dialog Koordinator Program Studi Pascasarjana, Program Studi Magister Peternakan dan Doktor Peternakan secara bergantian untuk menyampaikan Sistematika Kurikulum, terkait Penentuan Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan dijelaskan oleh Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si (Koordinator Program Studi Magister Peternakan) dan dilanjutkan sesi selanjutnya Dr. Ir. Agus Susanto (Koordinator Program Studi Doktor Peternakan).

Ketiga narasumber menilai tantangan yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi dalam pengembangan kurikulum di Era Revolusi Industri 4.0 adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia yang berakhlak.

Selain itu, narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.D menyoroti Pendidikan Berbasis Capaian OBE (outcome based education) adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif. Untuk itulah, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan sebagai langkah untuk menyikapi kebijakan tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga harus dicermati bagaimana Implementasi pada kurikulum pembelajaran yang ada saat ini. 

Berbeda dengan Ir. Budi Rustomo, M.Rur,Sc, Ph.D memberikan penjelasan secara kompleks mengulik lebih dalam merancang sebuah kurikulum yang melihat luaran nantinya secara detail, pada saat pembimbingan pembimbing akademik, dosen disarankan lebih peka terhadap masing-masing mahasiswa bimbingannya.  Beliau menyoroti bagaimana memperlakukan mahasiwa bimbingannya dengan sentuhan rasa.

“Pendekatan ini juga  mempunyai pengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum, perumusan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, metode pembelajaran, penilaian, dan lingkungan pendidikan. Pendekatan ini juga mempunyai pengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum, perumusan tujuan dan capaian pembelajaran, strategi pendidikan, metode pembelajaran, penilaian, dan ekosistem pendidikan” Jelasnya.

Workshop dipandu oleh  pembawa acara Chomsiatun Nurul Hidayah, S.Pt, M.Si dan sebagai moderator Ir. Muhammad Bata, MS, Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si dan Dr. Ir. Agustinus Hantoro DR, MP. Workshop dilaksanakan secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang keta