- 31 Des, 2025
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Mengenal Ruminansia Secara Nyata, Mahasiswa FKIP UMP Belajar Langsung di Experimental Farm
fapet.unsoed.ac.id – Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) merupakan perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mengemban amanah Tridarma Perguruan Tinggi. Sebagai fakultas eksakta, Fapet Unsoed secara khusus menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan keilmuan di bidang peternakan.
Dalam menunjang proses pendidikan, Fapet Unsoed didukung oleh 12 laboratorium serta satu kebun stasiun percobaan Experimental Farm (Expfarm) yang berfungsi sebagai Teaching Farm. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik lapangan, penelitian, sekaligus wahana edukasi bagi masyarakat umum.
Experimental Farm Fapet Unsoed memiliki beragam komoditas ternak. Untuk ternak ruminansia, Expfarm memelihara sapi perah, sapi potong, kambing, dan domba. Sapi potong yang dikembangkan terdiri dari berbagai bangsa, antara lain Sapi Peranakan Ongole (PO), Jabres, Bali, Madura, dan Limousin. Sementara itu, ternak non-ruminansia meliputi ayam petelur dan ayam pedaging yang dikelola dengan sistem pemeliharaan modern.

Selain menjadi media pembelajaran mahasiswa, Expfarm juga berperan sebagai sarana edukasi publik. Lokasi ini kerap menjadi tujuan kunjungan edukatif dari berbagai kalangan, mulai dari anak TK, SD, SMA, mahasiswa lintas perguruan tinggi, hingga kelompok peternak.
Pada Selasa, 31 Desember 2025, Experimental Farm Fapet Unsoed menerima kunjungan edukasi dari 28 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran luar kelas pada mata kuliah Teknik Pembelajaran Lapangan.
Rombongan mahasiswa disambut di ruang kelas Expfarm oleh Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt., dosen Laboratorium Produksi Ternak Perah sekaligus pengelola Experimental Farm. Dalam kesempatan tersebut, Merryafinola memaparkan profil Expfarm beserta komoditas ternak yang dikelola.

Ia menjelaskan bahwa ternak ruminansia menjadi salah satu fokus utama pembelajaran di Expfarm. Ruminansia memiliki sistem pencernaan khas yang memungkinkan pemanfaatan pakan berserat tinggi, sehingga menjadi objek pembelajaran penting dalam memahami manajemen pakan, kesehatan ternak, dan sistem produksi. Keberagaman jenis sapi potong yang ada juga memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan karakteristik, performa produksi, dan potensi pengembangan ternak lokal maupun persilangan. Selain itu, ternak kambing dan domba dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran terkait pemeliharaan ternak kecil dan perannya dalam mendukung ketahanan pangan.
Usai sesi pemaparan, mahasiswa diajak berkeliling area kandang untuk melakukan observasi langsung. Kegiatan lapangan meliputi kunjungan ke kandang sapi perah, sapi potong, domba, serta unit ternak unggas. Selama kegiatan berlangsung, rombongan didampingi oleh Aris Tarkus Jatmiko, mahasiswa Program Studi D3 Budidaya Ternak yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Kandang (Pawang), yang memberikan penjelasan teknis di setiap titik pengamatan.

Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi kandang Closed House ayam petelur dengan kapasitas hingga 20.000 ekor, untuk mempelajari sistem pemeliharaan unggas modern berbasis pengendalian lingkungan.
Perwakilan mahasiswa, Khoerunisa Nafiatulfitri, menyampaikan bahwa kunjungan edukasi ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif. Menurutnya, pembelajaran luar kelas memungkinkan mahasiswa melakukan pengamatan langsung dan analisis lapangan sebagai referensi pembelajaran yang kontekstual. Dalam skenario pembelajaran, kelompok 1 berperan sebagai tenaga pendidik, sedangkan dua kelompok lainnya berperan sebagai siswa, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 mahasiswa.
Kegiatan kunjungan ini turut didampingi oleh Mufida Noviana, M.Pd., selaku dosen penanggung jawab. Melalui kegiatan tersebut, Experimental Farm Fapet Unsoed akan terus dikembangkan agar dapat sebagai pusat pembelajaran lapangan yang terbuka, edukatif, dan mendukung kolaborasi lintas disiplin dalam dunia pendidikan tinggi.
