- 25 Feb, 2026
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Gaungkan Semangat Jenderal Soedirman, Fapet Unsoed Lahirkan Lulusan Tangguh dan Visioner
fapet.unsoed.ac.id – Sebanyak 29 lulusan resmi ditetapkan dalam Yudisium Periode Wisuda Maret 2026 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman yang digelar Rabu (25/2/2026) di Ruang Rapat 1. Momentum akademik ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan komitmen fakultas dalam melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Kegiatan yang dihadiri Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta Kepala Laboratorium tersebut menandai capaian penting bagi para lulusan dari jenjang Diploma Tiga (D3), Sarjana (S1), hingga Doktor (S3).

Ketua Panitia Yudisium, Dr. Ir. Yusmi Nur Wakhidati, S.Pt., M.Si., IPM, melaporkan bahwa periode ini meluluskan 29 peserta, terdiri atas 14 lulusan D3 dengan rata-rata IPK 3,20 dan masa studi 43,75 bulan; 14 lulusan S1 dengan rata-rata IPK 3,26 dan lama studi 51,25 bulan; serta 1 lulusan S3 dengan IPK 3,61 dan masa studi 65 bulan.
“Capaian ini merupakan hasil proses pembelajaran, penelitian, dan pembimbingan yang terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus indikator konsistensi fakultas dalam menjaga mutu lulusan,” tegasnya. Seluruh proses yudisium, lanjutnya, dilaksanakan sesuai ketentuan akademik yang berlaku di tingkat fakultas dan universitas.
Dekan Fapet Unsoed, Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa yudisium kali ini memiliki nuansa berbeda. Ia mengajak peserta merefleksikan makna tradisi menyanyikan lagu Bagimu Negeri dalam setiap yudisium.

“Semangat juang itu kita teladani dari Jenderal Soedirman. Keteguhan, integritas, dan keberanian menghadapi tantangan harus menjadi karakter lulusan Fapet,” ujarnya, merujuk pada nilai kepahlawanan Jenderal Soedirman.
Dekan juga menekankan pentingnya partisipasi alumni dalam pengisian tracer study sebagai instrumen evaluasi kurikulum, pemetaan kebutuhan industri, serta upaya mempertahankan dan meningkatkan akreditasi. Ia menggarisbawahi bahwa lulusan Fapet Unsoed harus responsif terhadap isu global, khususnya ketahanan pangan, inovasi peternakan, dan pengembangan agribisnis berbasis teknologi.
“Kelulusan bukan garis akhir. Ini adalah titik awal pengabdian profesional. Junjung tinggi etika profesi, bangun jejaring, dan teruslah menjadi pembelajar sepanjang hayat,” pesannya inspiratif.

Yudisium kali ini juga menorehkan prestasi membanggakan. Dua lulusan dinobatkan sebagai lulusan berprestasi, yakni Galuh Umbay Mahesti dari Program Studi Peternakan dengan IPK tertinggi 3,59, serta Wahyu Wulan Pratiwi dari Program D3 Budidaya Ternak dengan IPK tertinggi 3,91. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa lulusan Fapet Unsoed tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam penelitian dan kegiatan kemahasiswaan.
Mewakili peserta yudisium, Naufal Ariiq Mulyana menyampaikan kesan penuh haru dan rasa syukur. Ia menuturkan bahwa perjalanan akademik di Fapet Unsoed tidak hanya membentuk kompetensi ilmiah, tetapi juga karakter, kedewasaan, serta semangat kolaborasi. “sekarang kita telah lepas, kita telah selesai, hanya doa dan rasa syukur yang dapat kami sampaikan, terimakasih untuk para dosen yang telah memberikan ilmu, arahan dan juga bimbingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Alumni KAFAPET yang diwakili Farida, S.Pt., mengajak para lulusan untuk tetap terhubung dalam jejaring alumni. Ia menegaskan bahwa KAFAPET menjadi wadah strategis komunikasi, kolaborasi, dan solidaritas lintas generasi dalam mendorong kemajuan sektor peternakan dan agribisnis nasional.
Yudisium Maret 2026 ini menegaskan posisi Universitas Jenderal Soedirman sebagai institusi yang konsisten membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan adaptif. Dari ruang rapat sederhana itu, lahir tekad besar: menghadirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan siap menjawab tantangan zaman.
