Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah: Cerita Hangat dari Fapet Unsoed

# # #

Menguatkan Ukhuwah, Menyatukan Langkah: Cerita Hangat dari Fapet Unsoed

fapet.unsoed.ac.id – Di tengah suasana hangat pasca Idul Fitri 1447 H, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) di Purwokerto menghadirkan lebih dari sekadar seremoni tahunan. Rabu pagi (25/3/2026), Gazebo Fapet Unsoed menjelma menjadi ruang temu penuh makna—tempat di mana silaturahmi dirajut ulang, dan nilai-nilai kebersamaan diteguhkan kembali dalam balutan Halal Bihalal bertema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Ukhuwah: Silaturahmi Tanpa Batas, Harmoni Sepanjang Waktu.”

Sejak awal acara, nuansa kekeluargaan terasa kental. Hadir Rektor, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan hingga para purna tugas, semuanya larut dalam suasana yang sederhana namun sarat makna. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak generasi yang ada hanyalah keinginan untuk kembali terhubung sebagai satu keluarga besar.

Dekan Fapet Unsoed Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt, M.Sc, Ph.D, IPU, ASEAN Eng, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan saat yang sangat berharga untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di lingkungan akademik. Beliau menekankan bahwa kebersamaan yang terjalin di antara civitas akademika merupakan fondasi utama dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan penuh keberkahan. Dengan saling memaafkan, membuka hati, serta menjaga komunikasi yang baik, diharapkan seluruh elemen Fapet Unsoed dapat terus bersinergi dalam mewujudkan visi dan misi fakultas. Tema halal bihalal tahun ini diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa silaturahmi tidak mengenal batas waktu, jabatan, maupun generasi.

Selanjutnya, Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.sc. Agr., IPU., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Idul Fitri adalah momentum spiritual yang mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan penguatan hubungan antarsesama. Beliau mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan silaturahmi sebagai budaya yang terus dipelihara, tidak hanya dalam suasana hari raya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Rektor juga menegaskan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada capaian akademik, tetapi juga pada soliditas, kebersamaan, dan keharmonisan antarwarganya. Dengan ukhuwah yang kuat, Unsoed akan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan dengan lebih kokoh dan penuh optimisme.

Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh Hendro Kuncoro, S.Pt, alumni Fapet Unsoed tahun 1988. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai inti dari perayaan Idul Fitri. Ia menjelaskan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, sehingga momen halal bihalal menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Lebih lanjut, beliau juga mengupas makna “kufur” dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskan bahwa kufur tidak hanya berarti tidak beriman, tetapi juga dapat dimaknai sebagai sikap tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kufur nikmat dapat tercermin dalam sikap lalai, tidak menghargai sesama, serta mengabaikan kebaikan yang telah diterima. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur, menjaga hati, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dengan demikian, silaturahmi yang terjalin tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar membawa keberkahan dan kedamaian.

Kegiatan diakhiri dengan acara bersalaman antar seluruh peserta sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi, menciptakan suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan harmoni yang diharapkan terus terjaga sepanjang waktu.

  • Share

Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman