- 13 Jun, 2026
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Sari Eko Tuswati Raih Gelar Doktor di Unsoed, Teliti Strategi Pengembangan Kambing PE Banyumas
fapet.unsoed.ac.id – Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mencatatkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Peternakan atas nama Ir. Sari Eko Tuswati, M.P., yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung B Fakultas Peternakan Unsoed, Jumat (12/6/2026).
Dalam ujian terbuka tersebut, Sari Eko Tuswati mempertahankan disertasinya yang berjudul “Karakteristik dan Strategi Pengembangan Ternak di Wilayah Sumber Bibit Kambing Peranakan Etawah Kabupaten Banyumas”. Setelah melalui proses pengujian yang berlangsung secara mendalam dan komprehensif, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat A dan berhak menyandang gelar Doktor.
Ujian terbuka dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. IR. Titin bersama tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr., IPU., ASEAN Eng., Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Dr. Ir. Doso Sarwanto, M.P.

Sementara itu, tim penguji terdiri atas Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil., M.A. dari Universitas Katolik Weetebula, Dr. Ir. Dewi Ayu Warmadewi, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Udayana, Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Setya Agus Santosa, S.Pt., M.P., IPM. dari Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Pelaksanaan ujian berlangsung secara hybrid, menggabungkan kehadiran langsung dan daring. Salah satu penguji eksternal, Dr. Wilhelmus Yape Kii, mengikuti jalannya sidang secara online dari Nusa Tenggara Barat. Meski dilaksanakan dalam format hybrid, seluruh rangkaian ujian berjalan lancar, interaktif, dan tetap menjaga kualitas akademik yang menjadi ciri pendidikan doktoral.
Penelitian yang dilakukan Sari Eko Tuswati menyoroti potensi strategis kawasan sumber bibit kambing Peranakan Etawah (PE) di Kabupaten Banyumas. Melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif, penelitian tersebut mengidentifikasi karakteristik peternak, kondisi usaha ternak, serta berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan pengembangan kambing PE sebagai salah satu komoditas unggulan peternakan rakyat.

Temuan penelitian tersebut dinilai memiliki relevansi tinggi dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya genetik ternak lokal sekaligus memperkuat sistem agribisnis peternakan berbasis masyarakat. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan para peternak dalam merumuskan strategi pengembangan kawasan sumber bibit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sari Eko Tuswati sendiri merupakan akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di bidang peternakan. Pendidikan formalnya dimulai dari SMA Negeri 2 Purwokerto yang diselesaikan pada tahun 1985. Ia kemudian menempuh pendidikan Sarjana di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman dan lulus pada tahun 1990. Semangat untuk terus mengembangkan kompetensi akademik membawanya melanjutkan studi Magister pada Program Studi Ilmu Peternakan Universitas Gadjah Mada yang diselesaikan pada tahun 1998.
Saat ini, Sari Eko Tuswati bertugas sebagai dosen pada Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto dengan status LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Kiprahnya dalam dunia akademik juga tercermin melalui berbagai karya ilmiah yang telah dipublikasikan, di antaranya artikel nasional berjudul “Peningkatan Perekonomian Peternak melalui Agribisnis Peternakan Kambing Peranakan Etawah” pada Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan (STAP) X, artikel internasional “Characteristics of Farmers in Etawah Crossbreed (PE) Goat Breeding Center of Banyumas Regency, Indonesia” yang diterbitkan pada Journal of Sustainable Livestock (JOSULIV), serta buku ajar Manajemen Ternak Potong ber-ISBN 978-634-7505-34-7.

Momen akademik tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari Yayasan Wijaya Kusuma dan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Hadir di antaranya Ketua Yayasan Wijaya Kusuma H. Pudjatman Agung Nugroho, S.E., Sekretaris Yayasan Wijaya Kusuma Dr. H. Rusito, S.H., M.M., para bendahara yayasan, Rektor Universitas Wijayakusuma, para wakil rektor, serta para dekan.
Di akhir sidang, Ketua Sidang Dr. Ir. Titin menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketekunan promovendus dalam menyelesaikan studi doktoralnya. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga merupakan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan sektor peternakan nasional.
“Gelar doktor bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat pengembangan peternakan rakyat, serta menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang peternakan,” ujarnya.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Sari Eko Tuswati diberikan kesempatan menyampaikan kesan dan pesan setelah dinyatakan lulus. Dengan penuh rasa syukur, ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju jenjang doktor merupakan proses panjang yang sarat tantangan, pengorbanan, dan pembelajaran.

“Saya memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan kesempatan yang diberikan hingga saya dapat menyelesaikan studi ini. Keberhasilan ini bukanlah hasil kerja saya sendiri, melainkan buah dari doa, dukungan, dan kepercayaan banyak pihak,” tuturnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada tim promotor, para penguji, pimpinan Fakultas Peternakan Unsoed, keluarga besar Universitas Wijayakusuma, rekan sejawat, serta keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan moral dan spiritual selama menempuh pendidikan doktoral.
Berakhirnya ujian terbuka tersebut menandai lahirnya satu lagi doktor di bidang peternakan dari Universitas Jenderal Soedirman. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan Dr. Sari Eko Tuswati menjadi simbol ketekunan, semangat belajar sepanjang hayat, serta komitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia peternakan dan pembangunan bangsa.
