- 13 Jan, 2026
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Dari Kandang ke Kelas Kehidupan: KB Usnia YASARO Tanamkan Literasi Peternakan Sejak Dini di Experimental Farm Fapet Unsoed
fapet.unsoed.ac.id – Riuh suara anak-anak berpadu dengan lenguhan sapi dan kokok ayam sore itu menjadi penanda hidupnya proses belajar di luar kelas. Senin (12/1/2026), Experimental Farm (Teaching Farm) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) kembali menjadi ruang belajar terbuka ketika menerima kunjungan edukatif Kelompok Bermain (KB) Usnia, naungan Yayasan Santripreneur Haji Syukron (YASARO), Cilacap.
Kunjungan ini menegaskan peran Fapet Unsoed sebagai perguruan tinggi negeri yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan riset, tetapi juga aktif menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan edukasi kontekstual. Dengan lahan yang luas dan komoditas ternak yang lengkap, Teaching Farm Fapet Unsoed telah lama menjadi rujukan edukasi peternakan bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Rombongan yang terdiri atas 29 siswa KB serta 35 wali murid dan guru pendamping tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka disambut langsung oleh Ketua Experimental Farm Fapet Unsoed, Ir. Nur Hidayat, M.Si., IPM, bersama dosen bidang Ternak Potong Ari Dwi Nurasih, S.Si., M.Biotech.
Dalam sambutannya, Nur Hidayat menegaskan bahwa Experimental Farm merupakan laboratorium hidup yang dirancang untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan realitas lapangan.
“Experimental Farm ini tidak hanya menjadi tempat belajar mahasiswa dan pusat penelitian, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat. Kami ingin anak-anak sejak usia dini mengenal ternak, mencintai lingkungan, dan memahami bahwa pangan yang mereka konsumsi berasal dari proses yang panjang dan ilmiah,” ujarnya..
Teaching Farm Fapet Unsoed memiliki 12 laboratorium dan satu stasiun kebun percobaan yang menopang kegiatan praktikum, penelitian, serta pengabdian masyarakat. Beragam komoditas ternak dikembangkan, mulai dari sapi potong seperti PO, Jabres, Bali, Madura, Limosin, dan Brahman; sapi perah yang didominasi Peranakan Friesian Holstein; ayam petelur dan ayam pedaging dengan sistem kandang tertutup berkapasitas hingga 20.000 ekor; hingga kambing Saanen, Kacang, Jawarandu, Sapera, dan Etawah.

Paparan profil Experimental Farm disampaikan oleh Ari Dwi Nurasih yang mengajak anak-anak mengenal ternak secara langsung. Dengan pendekatan komunikatif dan bahasa sederhana, ia menjelaskan jenis-jenis ternak, cara perawatannya, hingga pentingnya kebersihan kandang dan kesejahteraan hewan.
“Edukasi peternakan tidak harus selalu rumit. Anak-anak cukup diajak melihat, menyentuh, dan memahami bahwa beternak membutuhkan kasih sayang, disiplin, dan ilmu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan YASARO, Dr. M. Khanif, M.Pd, yang memimpin langsung rombongan kunjungan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik berbasis pengalaman nyata (experiential learning) bagi anak usia dini.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari lingkungan nyata, bukan hanya dari buku atau gambar. Kunjungan ke Experimental Farm ini bertujuan menanamkan rasa ingin tahu, kepedulian terhadap makhluk hidup, serta mengenalkan profesi dan dunia usaha peternakan sejak dini,” ungkap Khanif. Ia menambahkan, pembelajaran di luar kelas seperti ini juga menjadi upaya membangun karakter anak agar lebih peka terhadap alam dan memahami pentingnya sektor peternakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungan KB Usnia didampingi Kepala PAUD-KB Usnia, Yeti Usniawaroh, S.Pd, yang menyambut positif keterbukaan Fapet Unsoed sebagai mitra edukasi. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari mengenal sapi, kambing, hingga melihat kandang ayam modern.
Melalui kegiatan ini, Experimental Farm Fapet Unsoed kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pembelajaran peternakan yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten dan berjiwa wirausaha, tetapi juga turut menyiapkan generasi masa depan yang sadar pangan, peduli lingkungan, dan menghargai proses di balik sumber pangan nasional.
