Experimental Farm Fapet Unsoed Jadi Ruang Edukasi Inklusif, Terima Kunjungan RA Diponegoro dan Homeschooling Chalita

# # #

Experimental Farm Fapet Unsoed Jadi Ruang Edukasi Inklusif, Terima Kunjungan RA Diponegoro dan Homeschooling Chalita

fapet.unsoed.ac.id – Experimental Farm (Exp. Farm) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) kembali berperan sebagai ruang pembelajaran luar kelas yang edukatif dan inklusif melalui penerimaan kunjungan dari dua institusi pendidikan dengan latar belakang peserta didik yang berbeda. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Rabu–Kamis, 4–5 Februari 2025.

Pada Rabu, 4 Februari, Exp. Farm menerima kunjungan outing class dari Raudhatul Athfal (RA) Diponegoro Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas dengan tema “Pengenalan Hewan Ternak”. Kunjungan ini diikuti oleh 67 peserta didik dan 7 guru pendamping yang berasal dari tiga lembaga, yaitu RA Diponegoro 26 Desa Kedungbanteng, RA Diponegoro 107 Dawuan Wetan, dan RA Diponegoro 24 Dawuan Kulon, di bawah naungan Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama.

Rombongan disambut di ruang kelas Exp. Farm oleh Merryafinola Ifani, S.Pt., M.Pt., dosen Laboratorium Ternak Perah Fapet Unsoed sekaligus pengelola Exp. Farm. Dalam sambutannya, Merryafinola menjelaskan bahwa Experimental Farm merupakan sarana pendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pembelajaran praktik mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Exp. Farm tidak hanya difungsikan sebagai laboratorium lapangan bagi civitas akademika, tetapi juga sebagai ruang edukasi terbuka bagi masyarakat, termasuk anak-anak usia dini, agar dapat mengenal dunia peternakan secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis ternak yang dikelola Exp. Farm Fapet Unsoed. Ternak ruminansia besar meliputi sapi potong Peranakan Ongole (PO), Limousin, Brahman, Simental, Bali, dan Madura, serta sapi perah Friesian Holstein. Selain itu, terdapat ternak kambing seperti Peranakan Etawa, Jawarandu, Saanen, dan Kacang.
Pada sektor unggas, Exp. Farm memelihara ayam petelur Isa Brown, Lohmann Brown, dan SR 909, ayam pedaging strain broiler, serta berbagai ayam lokal seperti Sentul, Kedu, KUB, Arab, Cemani, Pelung, dan Ayam Ketawa.

Setelah sesi pemaparan di kelas, para peserta diajak berkeliling area kandang untuk melihat langsung hewan ternak. Kegiatan lapangan ini dipandu oleh mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Anak Kandang (Pawang), dengan penjelasan yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami anak-anak.

Kepala Sekolah RA Diponegoro 26, Suprihati, S.Pd., AUD, menyampaikan bahwa kegiatan outing class ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pembelajaran kontekstual di luar kelas. Melalui pengalaman langsung, anak-anak diharapkan lebih mengenal lingkungan, menumbuhkan rasa cinta terhadap makhluk hidup, serta menghargai profesi peternak.

Sementara itu, pada Kamis, 5 Februari, Exp. Farm kembali menerima kunjungan edukatif dari Homeschooling Chalita, sebuah lembaga pendidikan nonformal bagi anak berkebutuhan khusus yang beralamat di Jl. Serayu No. 27, Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Kunjungan ini diikuti oleh delapan siswa yang didampingi lima guru pendamping, termasuk Kepala Sekolah Eni Kustirin.

Rombongan Homeschooling Chalita disambut oleh Ari Dwi Nurasih, S.Si., M.Biotech. di ruang kelas Exp. Farm. Dalam sambutannya, Ari menyampaikan penjelasan mengenai keberadaan dan fungsi Experimental Farm Fapet Unsoed yang sejalan dengan pemaparan sebelumnya, yakni sebagai sarana pembelajaran praktik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Usai sambutan, para siswa diajak berkeliling kandang ternak dengan pendampingan guru serta pemanduan dari mahasiswa Pawang Kandang. Kegiatan dirancang lebih interaktif dan bertahap, menyesuaikan kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Anak-anak diajak memberi makan sapi serta memanen telur ayam secara langsung.

Kepala Sekolah Homeschooling Chalita, Eni Kustirin, menjelaskan bahwa pengenalan hewan secara nyata sangat penting bagi anak autis dan membutuhkan proses bertahap dengan pendampingan intensif. Namun, melalui interaksi langsung dengan hewan ternak, anak-anak menunjukkan respons positif dan merasa senang. Aktivitas memberi pakan dan memanen telur membantu anak memahami hubungan antara hewan dan hasil yang dihasilkan.

Melalui dua kegiatan kunjungan ini, Fapet Unsoed menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam menanamkan literasi peternakan sejak usia dini maupun bagi anak berkebutuhan khusus. Experimental Farm Fapet Unsoed diharapkan terus menjadi ruang belajar yang bermakna, kontekstual, dan inspiratif bagi berbagai lapisan masyarakat.

  • Share

Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman