- 23 Okt, 2026
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Kenalkan Dunia Hewan Sejak Dini, Expfarm Fapet Unsoed Terima Kunjungan KB Harapan Bunda
fapet.unsoed.ac.id — Experimental Farm and Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) menerima kunjungan edukatif dari Kelompok Bermain (KB) Harapan Bunda, Kelurahan Purwokerto Kulon, pada Jumat (23/10). Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan hewan ternak secara langsung bagi anak-anak sekaligus menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan dan interaktif.
Kunjungan tersebut diikuti oleh 32 anak, enam guru, serta empat pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK). Rombongan disambut oleh Irfan Fadhlurrohman, S.Pt., M.Pt., selaku pengelola Teaching Farm Fapet Unsoed, di ruang kelas sebelum mengikuti kegiatan pengenalan dan observasi hewan ternak di area kandang.
Dalam sambutannya, Irfan menyapa anak-anak dengan pendekatan sederhana dan interaktif agar mereka merasa nyaman serta antusias mengikuti kegiatan.

“Adik-adik, hari ini kita akan bermain sambil belajar mengenal hewan-hewan ternak. Di sini ada ayam, sapi, kambing, dan hewan lainnya. Nanti adik-adik bisa melihat langsung, mengenal suara hewan, serta belajar bagaimana cara menyayangi dan merawatnya. Tetapi, kita harus tetap tertib, tidak berlari-lari, dan mengikuti arahan kakak-kakak pendamping, ya. Siapa yang senang melihat hewan?” ujar Irfan dalam sapaan edukatifnya.
Ia juga memperkenalkan Teaching Farm sebagai tempat belajar mahasiswa dan dosen Fakultas Peternakan. Melalui kunjungan edukatif seperti ini, anak-anak diharapkan dapat mengenal dunia peternakan sejak dini melalui pengalaman nyata yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Kepala KB Harapan Bunda, Siti Aminah, S.Pi., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran dengan tema binatang. Menurutnya, pengenalan hewan secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal binatang melalui gambar atau cerita, tetapi juga melihat dan mengamati hewan secara langsung. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret, menyenangkan, dan mudah dipahami,” ungkap Siti.
Lebih lanjut, Siti menyampaikan bahwa KB Harapan Bunda juga memberikan kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusif, sekolah menyediakan empat guru pendamping yang membantu anak-anak mengikuti kegiatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Setelah sesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling kandang untuk melihat berbagai jenis hewan ternak yang dipelihara di Teaching Farm Fapet Unsoed. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak didampingi tiga mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Mahasiswa Anak Kandang (PAWANG), yaitu Ragil Aji Pangestu, Nurul Mustofa, dan Muhamad W. Khusna.

Dengan pendekatan yang ramah dan penuh perhatian, ketiga mahasiswa mengajak anak-anak mengamati ayam petelur, sapi, dan kambing. Mereka memberikan penjelasan sederhana mengenai hewan-hewan tersebut, termasuk ciri-ciri yang mudah dikenali anak-anak. Suasana kunjungan pun berlangsung meriah ketika anak-anak berkesempatan melihat secara langsung hewan yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku, gambar, atau tayangan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Teaching Farm Fapet Unsoed tidak hanya berperan sebagai sarana praktikum mahasiswa dan pendukung penelitian dosen, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat. Fasilitas yang menaungi berbagai jenis ternak, mulai dari sapi perah, sapi potong, kambing, domba, hingga ayam petelur dan ayam pedaging yang dipelihara dalam kandang tertutup (closed house), turut mendukung pengenalan dunia peternakan kepada berbagai kelompok usia.
Melalui kunjungan edukatif tersebut, Fapet Unsoed memperkuat peran perguruan tinggi dalam melaksanakan tridarma, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman belajar secara langsung di lingkungan peternakan diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian terhadap hewan, serta pemahaman anak-anak mengenai pentingnya peternakan dalam kehidupan sehari-hari sejak usia dini.
