- 01 Sep, 2026
- Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
- comments off
Inovasi Keju Berbasis Bahan Alami Antar Mays Tianling Raih Gelar Doktor Fapet UNSOED
fapet.unsoed.ac.id – Beras hitam, bit merah, dan buah naga bukan sekadar bahan pangan. Di tangan Mays Tianling, ketiganya dikembangkan menjadi bagian dari inovasi produk keju melalui pemanfaatan ekstrak alami yang mampu memberikan warna sekaligus meningkatkan aktivitas antioksidan.
Gagasan tersebut menjadi inti disertasi Mays dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet UNSOED), Senin (31/8), di Ruang Aula Lantai 3 Gedung B Fapet UNSOED. Disertasi yang dipertahankan berjudul “Penggunaan Ekstrak Beras Hitam, Bit Merah, dan Buah Naga sebagai Pewarna Alami dan Peningkatan Aktivitas Antioksidan pada Keju Segar dan Keju Selama Pemeraman.”

Dari Ekstrak hingga Produk Keju
Penelitian Mays dilakukan secara bertahap. Proses diawali dengan pembuatan dan optimasi ekstrak beras hitam, bit merah, serta buah naga. Pada tahap ini, metode filtrasi menggunakan kain nilon mesh 100 dan 200 menjadi metode terbaik dalam menghasilkan ekstrak.
Ekstrak yang diperoleh kemudian diaplikasikan pada proses pembuatan keju. Penambahan ekstrak ke dalam susu setelah pasteurisasi menjadi metode yang paling efektif menghasilkan rendemen. Tidak berhenti pada perubahan warna, ketiga bahan tersebut juga menunjukkan kemampuan meningkatkan aktivitas antioksidan pada produk keju.
Tahap berikutnya dilakukan melalui pengujian sensoris dan pengamatan keju selama penyimpanan. Hasilnya menunjukkan bahwa keju dengan ekstrak buah naga memperoleh tingkat penerimaan panelis lebih tinggi dibandingkan keju beras hitam dan bit merah. Sementara itu, penyimpanan hingga hari ke-15 menjadi masa simpan optimum untuk ketiga jenis keju yang dikembangkan.
Temuan tersebut memperlihatkan peluang pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pewarna sekaligus upaya meningkatkan nilai fungsional produk olahan peternakan.

Ujian Terbuka Menguji Kedalaman Riset
Dalam ujian terbuka, Mays mempresentasikan latar belakang, metode, tahapan penelitian, hingga hasil dan kesimpulan penelitiannya di hadapan tim penguji. Setelah pemaparan, proses dilanjutkan dengan pendalaman materi melalui sesi tanya jawab dan pengujian, yang menjadi ruang bagi promovendus untuk mempertanggungjawabkan secara akademik hasil penelitian yang telah dilakukan.
Sidang dipimpin Dekan Fapet UNSOED Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai ketua. Mays didampingi Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai promotor, bersama Prof. Dr. Ir. Triana Setyawardani, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng. dan Dr. Sc.agr. Ir. H. Yusuf Subagyo, M.P., IPU. sebagai ko-promotor. Tim penguji terdiri atas tiga penguji internal dan dua penguji eksternal.
Tim penguji juga melibatkan Karseno, S.P., M.P., Ph.D.; Prof. Dr. Nur Aini, S.T.P., M.P.; Dr. Ir. Setya Agus Santosa, S.Pt., M.P., IPM.; Dr. Iswoyo, S.Pt., M.P.; serta Dr. Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti, S.Pt., M.Eng., M.Si.
Setelah seluruh rangkaian pengujian dan pendalaman diselesaikan, Mays dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Peternakan Fapet UNSOED.

Perjalanan Panjang Menuju Doktor
Capaian tersebut melengkapi perjalanan akademik Mays yang dimulai dari Program Sarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta pada 2015–2019, kemudian berlanjut ke Program Magister Peternakan Universitas Jenderal Soedirman pada 2020–2022.
Pengalamannya juga berkembang melalui aktivitas akademik dan riset, antara lain sebagai asisten praktikum Biologi, Inseminasi Buatan, dan Teknologi Reproduksi Ternak. Mays juga pernah mengikuti magang di perusahaan penggemukan sapi, bimbingan teknis inseminator tingkat nasional, terlibat dalam Program Hibah Tesis Magister, menjadi koordinator tim asisten riset, hingga memperoleh Hibah Penelitian Disertasi Doktor pada 2024.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa proses menjadi doktor tidak semata-mata ditempuh melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman riset dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan akademik.

Riset yang Tidak Berhenti di Disertasi
Dalam pesan akademiknya, promotor Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. menekankan pentingnya membawa hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat penelitian Mays yang mengolah bahan pangan menjadi inovasi produk keju dengan karakteristik baru. Riset ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan peternakan dapat bersentuhan langsung dengan isu pangan fungsional, pemanfaatan bahan alami, teknologi pengolahan, dan preferensi konsumen.
Bagi Mays, kelulusan doktor menjadi bukan titik akhir, melainkan awal untuk membawa pengetahuan dan pengalaman riset ke ruang yang lebih luas. Ia menyampaikan apresiasi kepada promotor, ko-promotor, tim penguji, dosen, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.
Dari bahan lokal menjadi inovasi, dari penelitian menjadi pengetahuan, dan dari disertasi menuju peluang pemanfaatan yang lebih luas. Capaian Mays Tianling menjadi salah satu wujud komitmen Fapet UNSOED dalam melahirkan insan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan inovatif bagi masa depan peternakan dan pangan Indonesia.
