Perjuangan ASN Banyumas Berbuah Gelar Doktor, Teliti Dinamika Pengendalian PMK di Indonesia

# # #

Perjuangan ASN Banyumas Berbuah Gelar Doktor, Teliti Dinamika Pengendalian PMK di Indonesia

fapet.unsoed – Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) menyelenggarakan ujian terbuka promosi doktor Program Studi Doktor Peternakan pada Rabu (1/7/2026) di Aula Lantai 3 Gedung B Fapet Unsoed. Pada kesempatan tersebut, promovendus Muhamad Arif berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dinamika Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi Potong dan Strategi Penanganannya.”

Ujian terbuka dipimpin oleh Ketua Sidang, Dr. Ir. Titin Widiyastuti, S.Pt., M.Si., IPM., dengan menghadirkan tim promotor dan penguji dari lingkungan internal maupun eksternal. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr., IPU., ASEAN Eng. dan Ir. Novie Andri Setianto, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Sementara itu, tim penguji meliputi Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil., M.A. dari Universitas Katolik Weetebula, Dr. Ir. Krismiwati Muatip, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., IPU., ASEAN Eng., serta Dr. Ir. Setya Agus Santosa, S.Pt., M.P., IPM. dari Fakultas Peternakan Unsoed.

Dalam sidang terbuka tersebut, promovendus memperoleh berbagai pertanyaan, masukan, dan pendalaman materi terkait dinamika pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), strategi mitigasi risiko agribisnis sapi potong, serta implementasi kebijakan kesehatan hewan di tingkat daerah. Seluruh pertanyaan dapat dijawab dengan baik berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Muhamad Arif Hidayat merupakan aparatur sipil negara pada Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas dengan jabatan Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dan menyelesaikannya pada tahun 2004, melanjutkan pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2007, serta meraih gelar Magister Agribisnis Unsoed pada tahun 2022.

Selain aktif dalam tugas kedinasan, Muhamad Arif juga menghasilkan sejumlah karya ilmiah, di antaranya artikel seminar nasional berjudul “Profil Peternak Sapi Potong pada Masa Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Banyumas” pada Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan (STAP) X, serta artikel internasional “Risk Management Analysis of Beef Cattle Agribusiness to Mitigate Foot-and-Mouth Disease (FMD) Outbreak: A Case Study in Banyumas, Indonesia” yang dipublikasikan pada IJLP.

Setelah melalui proses ujian yang berlangsung secara terbuka dan penuh dinamika akademik, Ketua Sidang, Dr. Ir. Titin Widiyastuti, S.Pt., M.Si., IPM., menyatakan bahwa promovendus dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar doktor.

Dalam pesannya, Ketua Sidang berharap capaian akademik tersebut menjadi awal kontribusi yang lebih luas bagi pembangunan sektor peternakan nasional.

“Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, mengabdi kepada masyarakat, serta menjadi teladan dalam integritas dan profesionalisme. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengendalian PMK dan peningkatan kesejahteraan peternak,” tuturnya.

Usai pengumuman kelulusan, dilaksanakan prosesi yudisium yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr., IPU., ASEAN Eng. Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, promovendus didampingi oleh ibu dan istri tercinta saat menerima ucapan selamat dari rektor.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan perjuangan promovendus dalam menempuh pendidikan doktoral di tengah tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara dan pelayan masyarakat di bidang kesehatan hewan.

“Keberhasilan Saudara Dr. Muhamad Arif  Hidayat, S.Pt, M.P merupakan bukti bahwa pengabdian profesional dan pengembangan akademik dapat berjalan beriringan. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi doktor dapat terus diabdikan untuk kemajuan peternakan Indonesia, khususnya dalam memperkuat sistem pengendalian penyakit hewan strategis dan meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.

Rektor juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga promovendus yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan berlangsung.

“Di balik keberhasilan seorang doktor, terdapat keluarga yang senantiasa memberikan doa, pengorbanan, dan semangat. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada ibu dan istri promovendus yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan akademik ini,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian terbuka dan yudisium berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Keberhasilan Muhamad Arif meraih gelar doktor diharapkan semakin memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik pembangunan peternakan, khususnya dalam menghadapi tantangan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku pada sapi potong di Indonesia.

  • Share

Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman